BPOM dan BGN Tingkatkan Sinergi Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
- 08 Mei 2026 14:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPOM dan BGN menandatangani kerja sama memperkuat pengawasan keamanan serta mutu pangan Program MBG nasiona
- BPOM mendukung pelaksanaan program melalui pengawasan, pengujian pangan, serta pembinaan kepada pelaksana lapangan
- BGN memastikan seluruh makanan Program MBG melewati proses pengawasan dan pengujian ketat sebelum disalurkan
RRI.CO.ID, Jakarta - BPOM bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menandatangani Perjanjian Kerja Sama mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis nasional. Penandatanganan kerja sama tersebut untuk memperkuat sinergi pengawasan pangan, berlangsung di Kantor BGN pada Rabu, 6 Mei 2026.
Perjanjian Kerja Sama itu menjadi tindak lanjut nota kesepahaman BPOM dan BGN yang ditandatangani sejak 23 Januari 2025. Kerja sama tersebut difokuskan mendukung optimalisasi pelaksanaan Program MBG melalui pengawasan keamanan serta mutu pangan nasional.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan Program MBG merupakan program strategis nasional yang membutuhkan sistem pengawasan pangan terintegrasi kuat. Pengawasan tersebut diperlukan memastikan pangan diterima masyarakat tetap aman, bermutu, serta memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat.
“Keamanan dan mutu pangan menjadi aspek fundamental yang harus dipenuhi dalam Program Makan Bergizi Gratis sehingga diperlukan sistem pengawasan yang kuat, terintegrasi, dan berbasis ilmiah untuk melindungi masyarakat,” ujar Taruna Ikrar di Kantor BGN, Rabu, 6 Mei 2026.
Melalui skema swakelola tipe II, BPOM bersama BGN menjalankan kolaborasi pengawasan terhadap pangan yang disalurkan kepada masyarakat penerima. Dukungan BPOM meliputi pengembangan metode analisis, pengawasan, pengujian pangan, serta pembinaan pelatihan kepada pelaksana program lapangan.
Pembinaan tersebut diberikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG sebagai pelaksana Program MBG di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan nasional.
Selain dukungan teknis, BPOM juga memperkuat implementasi program melalui jaringan 83 unit pelaksana teknis tersebar nasional. Hasil pengawasan dan pengujian BPOM diharapkan menjadi dasar evaluasi serta perbaikan berkelanjutan implementasi Program MBG daerah.
Taruna menambahkan kolaborasi BPOM dan BGN diharapkan memperkuat sistem pengawasan pangan nasional secara berkelanjutan dan menyeluruh. Kerja sama tersebut juga diharapkan mendukung keberhasilan Program MBG demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kolaborasi ini akan memperkuat sistem pengawasan pangan nasional. Sekaligus mendukung keberhasilan Program MBG yang berdampak nyata untuk peningkatan kualitas SDM Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, BGN memberikan dukungan berupa sarana prasarana, alat pengujian, serta pengembangan sistem informasi pengawasan program nasional. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat sistem pengawasan pangan yang terintegrasi sekaligus berjalan berkelanjutan mendukung efektivitas pelaksanaan program.
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan seluruh makanan program harus melewati pengawasan serta pengujian ketat sebelum disalurkan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar pangan dalam Program MBG tetap aman dikonsumsi seluruh penerima manfaat di berbagai wilayah.
“Kami ingin memastikan setiap makanan yang disalurkan dalam program ini telah melalui proses pengawasan. Dan pengujian yang ketat sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” kata Dadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....