Kemendikdasmen Jamin SPMB Buka Peluang Bagi Murid dari Keluarga Tak Mampu Hing

  • 07 Mei 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) membuka peluang bagi murid dari keluarga tidak mampu masuk sekolah yang diinginkan
  • Peluang SPMB bagi murid tak mampu capai 90 persen.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan, Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) membuka peluang bagi murid dari keluarga tidak mampu masuk sekolah yang diinginkan. Bahkan, peluang tersebut bisa mencapai 90 persen.

“Ini merupakan perubahan dari sistem SPMB untuk orang tidak mampu. Kami punya keberpihakan yang kuat terhadap peserta didik dari keluarga yang tidak mampu,” kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia mengatakan, untuk jenjang SMA, peserta didik jenjang pendidikan SMP yang tidak mampu dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur afirmasi. Dalam hal ini kuota pada SPMB minimal 30 persen.

Kemudian, lanjut dia, jika murid tidak mampu itu tinggal dekat dengan lokasi sekolah, maka murid tersebut dapat melanjutkan pendidikan SMA melalui jalur domisili. Dalam hal ini kuotanya mencapai minimal 30 persen.

Sedangkan, jika murid dari kategori tidak mampu memiliki prestasi, maka murid tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan SMA melalui jalur prestasi. Adapun kuota jalur prestasi minimal 30 persen.

“Sebenarnya kalau mau menganalisa lebih dalam, murid dari keluarga yang tidak mampu, dia dapat privilege di jalur afirmasi 30 persen. Dia kurang mampu, tapi dekat dengan sekolah, dia dapat privilege jalur domisili,” kata dia.

“Kemudian, dia tidak mampu, tapi berprestasi ya dia dapat privilege jalur prestasi. Jadi peserta didik dari keluarga tidak mampu itu justru punya 90 persen kesempatan untuk masuk di sekolah yang diinginkan,” ujarnya.

Adapun pengumuman pendaftaran SPMB minimal minggu pertama bulan Mei, yang dilanjutkan dengan rangkaian pendaftaran, seleksi, pengumuman penetapan murid baru. Kemudian dilanjutkan daftar ulang pada bulan Juni dan Juli dengan memperhatikan kalender pendidikan tahun ajaran baru 2026/2027.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....