Kemendikdasmen Catat Sebanyak 9,4 Siswa akan Ikut SPMB 2026
- 07 Mei 2026 18:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 9,4 juta siswa akan mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
- Jumlah tersebut terdiri dari siswa yang akan masuk di seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 9,4 juta siswa akan mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Jumlah tersebut terdiri dari siswa yang akan masuk di seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA.
"Tahun ini jumlah siswa yang mau menyeberang dari TK ke SD, SD ke SMP, SMP ke SMA SMK itu sebanyak 9,4 juta. Jadi memang sudah tercatat,” kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Untuk itu, pemerintah akan membangun sistem SPMB yang kuat agar seluruh siswa dapat memperoleh akses pendidikan di jenjang berikutnya. "Kita harus bangun sistem SPMB ini kuat supaya anak-anak ini bisa menyeberang dengan selamat, yakni 9,4 juta semuanya masuk," ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui kondisi dan kapasitas pendidikan di setiap daerah masih berbeda-beda. Sehingga ia meminta pemerintah daeraemperkuat perencanaan daya tampung sekolah.
Kemendikdasmen juga mendorong pelaksanaan SPMB bersama antara sekolah negeri dan swasta. Hal ini menjadi langkah untuk mengatasi keterbatasan kursi di sekolah negeri.
"Nah jadi sampai hari ini harapannya ada sebetulnya 148 daerah yang juga sudah melakukan namanya SPMB bersama ya. Dalam skema tersebut, pemerintah daerah dapat membantu pembiayaan siswa yang diterima di sekolah swasta," katanya.
Untuk diketahui, jadwal SPMB 2026 diperkirakan sama dengan tahun sebelumnya. Di berbagai daerah, SPMB dimulai pada bulan Mei hingga Juli.
Menurut Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, pelaksanaan SPMB dilakukan dengan memegang lima prinsip. Kelimanya yakni objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....