Tekan Penularan, Pemerintah Targetkan Perbaikan Ribuan Rumah Pasien TBC
- 06 Mei 2026 14:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menargetkan perbaikan 8.000 rumah pasien TBC pada 2026 untuk menekan penularan di wilayah prioritas.
- Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan hunian layak menjadi garis pertahanan utama dalam pencegahan tuberkulosis di Indonesia.
- Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan hunian sehat sebagai langkah strategis meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas SDM.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari menyatakan pemerintah menargetkan perbaikan 8.000 rumah pasien tuberkulosis (TBC) pada 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan penularan penyakit di wilayah dengan beban kasus tinggi.
"Tahun 2026 pemerintah menargetkan perbaikan 8.000 rumah pasien TBC di wilayah prioritas beban kasus tinggi. Ini meningkat dari 300 rumah per tahun pada 2020-2023," ujar Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Qodari menjelaskan hingga saat ini, sebanyak 5.453 rumah telah diusulkan untuk diperbaiki melalui aplikasi Sibaru. Ia menegaskan perbaikan rumah layak huni menjadi salah satu kunci utama dalam pencegahan penularan TBC.
“Rumah layak huni adalah garis pertahanan pertama melawan penularan TB," katanya.Menurut Qodari, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan TBC.
Ia menyebut Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus TBC terbesar di dunia. Meski demikian, pemerintah terus mempercepat penanganan melalui berbagai langkah strategis.
“Kita adalah salah satu negara dengan kasus TBC terbesar di dunia. Namun pemerintah tidak tinggal diam sebagai berbagai langkah percepatan strategis penanganan telah dijalankan secara simultan,” ujar Qodari.
Ia menyebut strategi penanganan TBC mencakup penguatan skrining dan peningkatan kapasitas deteksi kasus. Selain itu, pemerintah juga mendorong pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengobatan.
Presiden Prabowo Subianto menilai percepatan pembangunan hunian layak menjadi langkah penting meningkatkan kesehatan masyarakat. Program tersebut juga diharapkan membantu menekan kasus tuberkulosis dan stunting di Indonesia.
Melalui Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Presiden menyoroti tingginya kasus Tuberkulosis di Indonesia. Menurutnya, persoalan tersebut tidak lepas dari kondisi permukiman padat dan kawasan kumuh yang masih banyak ditemukan.
“Kita juga sudah tahu bahwa Indonesia ini nomor dua terjelek di dunia dalam bidang kesehatan tertentu, terutama TBC. Salah satunya karena perumahan yang berdekatan, tempat kumuh, itu menyebabkan anak-anak kita banyak mengidap TBC,” ujar Hashim saat pencanangan pembangunan hunian untuk mendukung program tiga juta rumah di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Maka Hashim menilai pembangunan hunian sehat merupakan langkah strategis untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan. Utamanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kita sudah tahu anak-anak kita seharusnya pada intinya pintar dan cerdas, tetapi karena ada hambatan dari lingkungan, hambatan kesehatan. Maka skor atau pencapaian akademis sekolah rata-rata rendah,” ucap Hashim.
Langkah terpadu tersebut diharapkan mampu menekan angka penularan TBC sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pemerintah juga menargetkan penanganan penyakit ini dapat dilakukan lebih efektif di tingkat komunitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....