BMKG Beberkan Alasan Hujan Masih Turun di Awal Musim Kemarau
- 06 Mei 2026 12:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut hujan saat awal kemarau wajar karena musim di Indonesia tidak terjadi serentak.
- Wilayah Jawa dan sekitarnya masih dalam masa peralihan, sementara NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Maluku sudah memasuki kemarau.
- BMKG memprediksi sebagian wilayah mulai kemarau pada Mei II–III 2026 dengan curah hujan umumnya rendah hingga menengah, serta mengimbau masyarakat tetap waspada.
RRI.CO.ID, Jakarta - Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan fenomena hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Meskipun telah memasuki periode kemarau merupakan hal yang wajar.
Ia mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena tidak semua wilayah Indonesia memasuki musim kemarau secara bersamaan. Saat ini, sebagian wilayah masih berada dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
"Indonesia merupakan wilayah yang sangat luas. Sehingga musim hujan dan kemarau tidak terjadi secara serentak di semua daerah," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurutnya, masyarakat di wilayah Jawa dan sekitarnya, termasuk Jakarta, masih merasakan hujan karena belum sepenuhnya memasuki musim kemarau. Sementara itu, wilayah lain seperti NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Maluku telah lebih dulu memasuki musim kemarau.
Ia menambahkan, BMKG sebelumnya telah menyampaikan prediksi musim kemarau pada Maret lalu. Prediksi tersebut menunjukkan adanya variasi waktu masuk musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia.
"Informasi yang kami sampaikan memang menggambarkan keragaman musim di Indonesia. Sehingga waktu masuk musim kemarau berbeda-beda di setiap daerah," katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis. Khususnya pada masa peralihan musim yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Prakirawan Cuaca BMKG, Wahyu Argo, mengatakan hujan yang masih terjadi belakangan ini belum serta-merta menunjukkan adanya perubahan musim. Ia mengatakan masuknya musim kemarau berlangsung secara bertahap dan tidak serentak di seluruh wilayah Indonesia.
BMKG memprediksi sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Wilayah tersebut diprakirakan mulai memasuki musim kemarau pada periode Mei II-III 2026.
Dia mengatakan curah hujan pada Mei hingga Oktober diprediksi rendah. "Sementara itu, curah hujan pada periode Mei hingga Oktober 2026 secara umum diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....