BPS: Inflasi Pangan April Turun Terkendali

  • 06 Mei 2026 11:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPS catat inflasi pangan April 2026 turun pasca Lebaran
  • Normalisasi permintaan jadi faktor utama penurunan harga pangan
  • Daging ayam ras deflasi 6,20 persen pada April 2026
  • Telur ayam ras deflasi 4,29 persen pada April 2026
  • Cabai rawit deflasi 14,98 persen dan cabai merah 2,59 persen

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pangan April 2026 mengalami penurunan pasca Lebaran. Normalisasi permintaan masyarakat disebut menjadi faktor utama turunnya harga pangan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menyebut inflasi pangan melandai usai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Penurunan terjadi pada sejumlah komoditas pangan strategis.

"Tingkat inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau lebih rendah pasca Hari Besar Keagamaan Nasional. Normalisasi permintaan ikut mendorong penurunan inflasi pangan," ucap Ateng di Jakarta, Senin 4 Mei 2026.

BPS mencatat daging ayam ras mengalami deflasi 6,20 persen pada April 2026. Sebulan sebelumnya, komoditas tersebut masih mengalami inflasi 3,30 persen.

Telur ayam ras juga mengalami deflasi 4,29 persen pada April 2026. Pada Maret 2026, telur ayam ras masih mengalami inflasi 2,34 persen.

Cabai rawit tercatat mengalami deflasi 14,98 persen pada April 2026. Sementara cabai merah mengalami deflasi 2,59 persen.

Inflasi pangan tahunan turun dari 4,24 persen pada Maret menjadi 3,37 persen pada April 2026. Angka tersebut masih berada dalam target pemerintah sebesar 3 hingga 5 persen.

Sementara secara bulanan, inflasi pangan mengalami deflasi 0,88 persen pada April 2026. Deflasi April tercatat lebih dalam dibanding April 2024 dan April 2025.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengapresiasi stabilitas harga pangan pasca Lebaran. Pemerintah juga mulai menyiapkan pengendalian harga jelang Iduladha.

"Alhamdulillah, harga relatif stabil dan semua pangan relatif stabil. Ini ditunjukkan oleh data Badan Pusat Statistik," kata Amran di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 2 Mei 2026.

Ia mengatakan pemerintah akan menjaga harga pangan tetap wajar di tingkat konsumen. Harga di tingkat produsen juga dijaga agar tidak jatuh terlalu dalam.

Harga ayam pedaging hidup tercatat berada di bawah Harga Acuan Pembelian produsen sebesar Rp25 ribu per kilogram. Per 3 Mei 2026, rerata harga ayam hidup berada di Rp23.401 per kilogram.

Harga telur ayam ras produsen juga berada di bawah Harga Acuan Pembelian Rp26.500 per kilogram. Per 3 Mei 2026, rerata harga telur berada di Rp24.890 per kilogram.

Bapanas bersama Perum Bulog mulai menyalurkan program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan jagung pakan. Program itu ditujukan membantu menekan biaya produksi peternak.

Target program menyasar lebih dari lima ribu peternak di 26 provinsi. Total populasi unggas penerima program mencapai 53 juta ekor.

Pemerintah juga menyiapkan distribusi cabai dari daerah surplus menuju wilayah dengan harga tinggi. Langkah tersebut difokuskan untuk wilayah Indonesia Timur yang masih mengalami kenaikan harga cabai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....