Mentan Sebut Harga Beras Turun dan Stok Aman

  • 15 Sep 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pasokan atau stok beras nasional mencukupi hingga 10 bulan ke depan
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan atau stok beras secara nasional mencapai 25-26 juta ton termasuk didalamnya adalah beras di gudang Bulog 5 juta ton
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut beras penyumbang inflasi karena kenaikan harga yang tidak wajar

RRI.CO.ID, Jakarta-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga beras turun. Selain itu, pasokan beras aman hingga 10 bulan ke depan bahkan Indonesia dapat mengekspor beras ke sejumlah negara.

“Hari ini harga beras menurun. Pangan kita aman khususnya beras ditengah krisis pangan, energi dan air di belahan dunia bahkan ada El Nino ekstrem godzilla, ini terberat menurut BMKG,” kata Menteri Amran dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2026.

Menteri Amran mengatakan pasokan atau stok beras secara nasional mencapai 25-26 juta ton termasuk didalamnya adalah beras di gudang Bulog 5 juta ton. Adapun penyebab beras penyumbang inflasi, disebabkan oleh kenaikan harga yang tidak wajar.

“Mendagri rapat inflasi ada kenaikan sedikit, sebelumnya beras penyumbang inflasi. Ketika ada kenaikan, kita coba bedah kenapa ada kenaikan,” ujarnya.

Menteri Amran mengatakan kenaikan harga beras disebabkan tingginya beras premium , yang terjadi pada awal tahun 2026. Kondisi tersebut mengakibatkan kenaikan inflasi.

Saat ini, pemerintah juga sedang mengusut pelaku yang diduga memalsukan beras fortifikasi, yakni beras yang diperkaya zat gizi khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah menemukan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi kandungan gizi sesuai klaim pada kemasan.

Menteri Amran mengungkap, pelaku menjual beras dengan harga yang tidak wajar. Berdasarkan temuan pemerintah, beras fortifikasi yang diduga palsu tersebut rata-rata dijual seharga Rp23.385 per kilogram (kg), bahkan ada yang mencapai Rp57.600 per kg.

Beras fortifikasi semestinya dijual seharga Rp13.500 per. Masyarakat dirugikan karena harus membeli dengan harga mahal tetapi tidak mendapatkan kandungan gizi yang semestinya.

“Hari ini ada harga tidak wajar, dulu beras premum. Ternyata ada dugaan beralihnya premium ke beras fortifikasi, kita cek di laboratorium kredibel ternyata tidak sesuai label,” katanya.

Pemerintah memastikan menindaktegas pelaku kecurangan yang mengakibatkan masyarakat dirugikan. Selain itu, pemerintah melakukan berbagai upaya agar harga beras tetap stabil.

Upaya tersebut yakni pemerintah menyalurkan bantuan pangan gratis kepada 33,4 juta rumah tangga. Percepatan penyaluran bantuan sesuai dengan perintah dari Presiden Prabowo Subianto.

Selain bantuan pangan, pemerintah menambah 1 juta ton untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Upaya tersebut sebagai bagian dari operasi pasar sehingga harga tetap stabil.

“Kita harus jaga dua-duanya, 116 juta petani padi kita jaga agar tidak turun drastis harganya. Konsumen 286 juta orang kita jaga agar harga tidak tinggi,” kata Amran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....