Distribusi Qurban 2026 Diperluas, Sasar Wilayah Terluar dan Konflik

  • 05 Mei 2026 11:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Distribusi hewan qurban pada 2026 didorong lebih merata dengan menyasar wilayah terluar, terpencil, serta daerah yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan. Upaya ini dilakukan untuk menjawab ketimpangan distribusi daging qurban yang selama ini masih terkonsentrasi di perkotaan.

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) DT Peduli meluncurkan program Qurban Impact 2026 sebagai bagian dari penguatan skema distribusi berbasis kebutuhan. Program ini menekankan penyaluran yang lebih tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan, khususnya protein hewani.

Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, mengatakan bahwa pada tahun ini distribusi qurban tidak hanya difokuskan di tingkat lokal, tetapi juga diperluas hingga ke tingkat nasional dan internasional. “Distribusi akan diperkuat di dalam negeri, sekaligus menjangkau wilayah global yang membutuhkan,” ujarnya dalam keterangan pers tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.

Pada pelaksanaan sebelumnya, program qurban telah menjangkau 1.439 titik sebar di 34 provinsi, serta sejumlah wilayah di luar negeri seperti Gaza, Palestina, dan kamp pengungsian di Yordania. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 184.844 penerima manfaat tercatat memperoleh distribusi dari ratusan hewan qurban yang disalurkan.

Memasuki 2026, cakupan distribusi ditingkatkan menjadi 38 provinsi di Indonesia. Sementara itu, jangkauan internasional diperluas ke lebih dari 30 negara di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah, hingga sebagian wilayah Eropa dan Amerika.

Sejumlah negara yang menjadi prioritas penyaluran antara lain wilayah yang tengah mengalami konflik dan krisis pangan, seperti Palestina, Yaman, Suriah, Somalia, Uganda, dan Sudan. Selain itu, distribusi juga menyasar komunitas muslim di berbagai negara dengan keterbatasan akses terhadap daging qurban.

Ketua Pelaksana Qurban Impact, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa perluasan distribusi ini bertujuan memastikan manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas dan merata. Ia menekankan pentingnya menjaga proses penyaluran agar tepat sasaran serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.

Program ini juga dirancang untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk masyarakat di pelosok, wilayah pascabencana, hingga komunitas yang terdampak konflik. Dengan pendekatan tersebut, distribusi qurban diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang lebih luas.

DT Peduli menyatakan bahwa partisipasi masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini. Informasi terkait mekanisme penyaluran dan partisipasi qurban dapat diakses melalui kanal resmi lembaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....