RRI Dukung Efisiensi Siaran lewat Penerapan Teknologi Digital Radio Mondiale
- 05 Mei 2026 15:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Direktur Teknologi dan Media Baru (TMB) LPP RRI, Muhammad Sujai menyebut teknologi DRM lebih efisien dibanding sistem konvensional.
- Hal ini karena teknologi DRM mampu menyiarkan hingga 4 program dalam satu pemancar FM, bahkan sampai 16 kanal di VHF/DAB
RRI.CO.ID, Jakarta - Perubahan senyap tengah terjadi di ruang siaran radio Indonesia. Teknologi digital perlahan menggantikan sistem konvensional yang telah lama digunakan.
Di balik perubahan itu, LPP RRI mulai mengadopsi sistem Digital Radio Mondiale (DRM). Teknologi ini menghadirkan efisiensi sekaligus peluang layanan baru bagi publik.
Direktur Teknologi dan Media Baru (TMB) LPP RRI, Muhammad Sujai melihat dampak nyata dari penerapan tersebut. Satu pemancar kini mampu menyalurkan beberapa program sekaligus.
Kemampuan ini berbeda dengan sistem FM konvensional yang terbatas satu program. Efisiensi ini membuka ruang penghematan biaya operasional bagi lembaga penyiaran.
Pada frekuensi lebih tinggi, kapasitas siaran bahkan meningkat hingga belasan kanal. Hal ini memberi peluang ekspansi konten tanpa menambah banyak infrastruktur.
"Jadi sampai sekarang kita sudah menjalankan pemancar DRM di sembilan lokasi. Mulai Sumatra, Jawa, Bali hingga Labuan Bajo," kata Sujai dalam kegiatan Digital Radio Mondiale (DRM) General Assembly 2026, di Gedung LPP RRI, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Langkah itu menjadi awal dari transformasi ekosistem radio digital di Indonesia. Namun, tantangan baru muncul pada sisi perangkat penerima masyarakat.
Standarisasi radio penerima menjadi pekerjaan berikutnya yang harus diselesaikan. Indonesia berupaya menggabungkan sistem DRM dan DAB dalam satu perangkat.
"Yang sekarang tugas berikutnya adalah membuat standarisasi untuk radio penerimanya. Ini penting agar masyarakat bisa mengakses layanan secara luas," ujarnya.
Pandangan ini sejalan dengan Ruxandra Obreja yang menilai implementasi masih tahap awal. Meski demikian, regulasi dasar sudah mendukung pengembangannya.
Ke depan, teknologi ini membuka peluang layanan pendidikan hingga peringatan dini bencana. Manfaat tersebut akan terasa jika ekosistem digital radio telah terbentuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....