Peserta Lomba Konten 'Aku dan Budayaku' Diminta Cermati Mekanisme Kompetisi

  • 04 Mei 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peserta diminta mencermati prosedur lomba, mulai dari unggah video dengan tagar resmi hingga pendaftaran melalui laman yang disediakan.
  • Penilaian tidak hanya pada aspek edukasi, tetapi juga memberi nilai tambah untuk konten yang viral secara positif, termasuk kategori Juara Favorit.
  • Lomba diharapkan meningkatkan literasi dan kepedulian budaya, dengan target lebih dari 30.000 peserta serta jadwal pelaksanaan 5 Mei–30 Juni 2026 dan seleksi 1–15 Juli.

RRI.CO.ID, Jakarta - Peserta Lomba Konten 'Aku dan Budayaku' diminta mencermati seluruh prosedur dan mekanisme lomba agar tidak ada persyaratan yang terlewat. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kemenbud, Ahmad Mahendra.

Ia mengatakan bahwa peserta diwajibkan mengunggah video terlebih dahulu di media sosial dan menggunakan tagar (hastag) yang disiapkan oleh panitia. Kemudian, peserta diminta untuk mendaftarkan video tersebut ke laman lombaakudanbudayaku.com/pendaftaran.

"Upload dahulu videonya sertakan tagar khusus dari panitia. Lalu bari di daftarkan melalu tautan resmi dengan opsi pelajar/mahasiswa atau umum," katanya dalam Taklimat Media: Peluncuran Lomba Konten Aku & Budayaku, Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menambahkan, bahwa penilaian tidak hanya menitikberatkan pada edukasi terhadap museum. Tapi juga akan membuahkan nilai tambah bagi karya yang mampu menarik perhatian publik dan menjadi viral secara positif.

"Kami juga akan memberklan hadiah khusus, seperti Juara Favorit. Salah satunya video yang dibuat harus masuk kategori viral dengan positif," ucapnya.

Lebih lanjut, ia berharap lomba ini dapat menumbuhkan kepedulian terhadap kebudayaan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat. Khususnya terkait museum dan cagar budaya.

Ia mencontohkan fenomena Pacu Jalur yang sempat viral di media sosial. Menurutnya, viralnya tradisi tersebut tidak lepas dari munculnya kesadaran kolektif masyarakat dalam melestarikan kesenian tradisional.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih memahami kebudayaan tidak hanya melalui teori. Tetapi juga melalui aksi nyata yang disertai dengan penguatan literasi," ucap Mahendra.

Sementara itu, Tim Ahli Menteri Kebudayaan, Mahpudi berharap Lomba Konten 'Aku dan Budayaku' bisa diikuti lebih dari 30.000 peserta. Khususnya pada platform media sosial seperti, YouTube, Instagram, dan TikTok.

Ia menjelaskan, lomba tersebut diselenggarakan mulai 5 Mei hingga 30 Juni 2026. Rentang waktu sekitar dua bulan itu dinilai cukup bagi peserta untuk memproduksi berbagai jenis konten kreatif, termasuk vlog.

"Setelah periode pengumpulan, pada 1 hingga 15 Juli, dewan juri akan melakukan kurasi. Dan seleksi terhadap video yang masuk," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....