Lomba 'Aku dan Budayaku' Ditargetkan Diikuti Lebih dari 30 Ribu Kreator Muda
- 04 Mei 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lomba Konten 'Aku dan Budayaku' ditargetkan diikuti lebih dari 30.000 peserta dari platform YouTube, Instagram, dan TikTok.
- Pelaksanaan lomba berlangsung 5 Mei–30 Juni 2026, dengan proses kurasi dan seleksi oleh dewan juri pada 1–15 Juli.
- Lomba ini bertujuan mengajak masyarakat mengenal serta mengangkat potensi cagar budaya dan museum, sekaligus mendorong generasi muda menjadi kreator budaya di ruang digital.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tim Ahli Menteri Kebudayaan, Mahpudi, berharap Lomba Konten 'Aku dan Budayaku' bisa diikuti lebih dari 30.000 peserta. Khususnya pada platform media sosial seperti, YouTube, Instagram, dan TikTok.
Ia menjelaskan, lomba tersebut diselenggarakan mulai 5 Mei hingga 30 Juni 2026. Rentang waktu sekitar dua bulan itu dinilai cukup bagi peserta untuk memproduksi berbagai jenis konten kreatif, termasuk vlog.
"Setelah periode pengumpulan, pada 1 hingga 15 Juli, dewan juri akan melakukan kurasi. Dan seleksi terhadap video yang masuk," ujar dalam Taklimat Media: Peluncuran Lomba Konten Aku & Budayaku, Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, proses penilaian akan menjadi tantangan tersendiri mengingat tingginya antusiasme masyarakat. Ia mencontohkan pengalaman pada lomba menulis surat sebelumnya yang berhasil menjaring sekitar 34.000 peserta.
"Dalam waktu satu bulan, Kementerian Kebudayaan menerima puluhan ribu kiriman surat pada lomba tersebut. Tentunya ini pekerjaan dewan juri dalam mengurangi yang luar biasa," ucapnya.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan bahwa lomba ini bertujuan mengajak masyarakat untuk mengenal cagar budaya dan museum. Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengangkat potensi keduanya.
Ia menilai ruang digital berperan besar membentuk persepsi publik, meski berisi beragam konten, dari edukatif hingga hoaks. Karena itu, pemerintah ingin mengarahkan generasi muda agar memanfaatkan platform tersebut untuk hal-hal positif, khususnya dalam pelestarian budaya.
"Kita mengajak generasi muda untuk tidak menjadi penikmat budaya, tapi menjadi kreator sekaligus duta budaya di ruang digital," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....