Inflasi April 2026 Capai 0,13 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar
- 04 Mei 2026 15:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Pusat Statistik (BPS) RI menyampaikan inflasi bulanan pada April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara month-to-month (mtm).
- BPS mencatat inflasi April 2026 terjadi seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) RI menyampaikan inflasi bulanan pada April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara month-to-month (mtm). Kelompok pengeluaran transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar pada periode tersebut.
Hal ini disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam keterangan di Jakarta, Senin 4 Mei 2026. Ia menjelaskan kelompok transportasi mengalami inflasi 0,99 persen mtm dan memberikan andil 0,12 persen terhadap total inflasi bulanan.
“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi yaitu tarif angkutan udara dengan andil 0,11 persen. Serta bensin dengan andil 0,02 persen,” ujarnya.
BPS mencatat tarif angkutan udara mengalami inflasi bulanan sebesar 15,25 persen mtm. Sedangkan bensin naik 0,34 persen mtm.
Kenaikan ini dipicu meningkatnya harga avtur serta beberapa jenis BBM nonsubsidi. Meski demikian, tarif angkutan antarkota justru mengalami deflasi bulanan sebesar 10,01 persen mtm dengan andil deflasi 0,03 persen.
Selain transportasi, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga memberi kontribusi cukup besar terhadap inflasi April 2026. Yakni, inflasi 0,69 persen mtm dengan andil 0,07 persen.
Sejumlah komoditas pangan turut mendorong inflasi, di antaranya minyak goreng dengan andil 0,05 persen, tomat 0,03 persen, beras 0,02 persen serta nasi dengan lauk 0,02 persen. Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mengalami deflasi.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat deflasi 0,99 persen mtm dengan andil 0,07 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau deflasi 0,20 persen mtm dengan andil 0,06 persen.
Dari sisi komoditas, penyumbang deflasi terbesar antara lain daging ayam ras dengan andil 0,11 persen, emas perhiasan 0,09 persen, cabai rawit 0,06 persen. Serta telur ayam ras 0,04 persen.
BPS mencatat inflasi April 2026 terjadi seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026. Meski terjadi kenaikan, inflasi April tetap lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,41 persen mtm.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....