BPS Catat NTP Februari 2026 Naik Jadi 125,45
- 04 Mar 2026 09:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani Februari 2026 sebesar 125,45. Angka tersebut naik 1,50 persen dibandingkan Januari.
Kenaikan ini menjadi rekor baru dalam periode penghitungan NTP. Kondisi tersebut mencerminkan daya beli petani semakin membaik.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, capaian ini sebagai tonggak penting. Menurutnya, peningkatan NTP dinilai hasil kebijakan penguatan sektor pertanian.
“Capaian ini menjadi rekor baru dan mulai dirasakan petani,” ucapnya dalam rilis resmi Kementan, Senin 2 Maret 2026. Sementara itu, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan kenaikan NTP dipengaruhi peningkatan indeks harga.
Dimana saat ini Indeks harga yang diterima petani naik lebih cepat. Indeks harga yang diterima petani tercatat 158,38.
Angka tersebut, lanjutnya, naik 2,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan dipengaruhi harga cabai rawit, karet, kelapa sawit, dan bawang merah.
Komoditas tersebut memberi andil terbesar. Sementara itu indeks harga yang dibayar petani mencapai 126,24 atau naik 0,65 persen.
Kenaikan dipengaruhi harga cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Komponen konsumsi rumah tangga juga ikut meningkat.
Secara subsektor, hortikultura mencatat kenaikan tertinggi. NTP hortikultura naik dari 119,62 menjadi 139,57.
Lalu subsektor perkebunan rakyat naik 0,24 persen dan eternakan meningkat 1,68 persen. Sementara subsektor perikanan naik 0,72 persen dan NTP nelayan meningkat 0,35 persen.
NTP pembudidaya ikan naik 1,32 persen serta subsektor tanaman pangan turun 0,88 persen. Namun, BPS mencatat penurunan tanaman pangan dari 113,43 menjadi 112,43.
Meski demikian tren NTP nasional tetap positif. Pemerintah menilai peningkatan NTP memperkuat kesejahteraan petani dimana kebijakan penguatan produksi akan terus diperluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....