Hardiknas 2026, Mendikdasmen Tegaskan Tujuan Pendidikan Bentuk Karakter Bangsa
- 02 Mei 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendidikan ditegaskan sebagai proses mencerdaskan kehidupan sekaligus membentuk karakter dan peradaban bangsa
- Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) didorong sebagai pendekatan utama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
- Revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran telah menjangkau 16.167 dan lebih dari 288 ribu satuan pendidikan.
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, 2 Mei 2026. Peringatan ini menjadi momentum menegaskan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan nasional secara berkelanjutan.
Kegiatan Hardiknas 2026 mengangkat tema ‘Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’. Tema tersebut menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Upacara dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi. Kegiatan diikuti ribuan insan pendidikan dan berlangsung tertib dengan nuansa semangat kebangsaan yang kuat.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita bersama-sama melaksanakan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Kita merayakannya dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia yang bersatu, aman, dan damai,” ujarnya saat menjadi Inspektur Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu, 2 Mei 2026.
Dalam amanatnya, Mendikdasmen menekankan, pendidikan merupakan proses mencerdaskan kehidupan sekaligus membangun karakter bangsa. Pendidikan juga dinilai berperan dalam membentuk peradaban yang berlandaskan nilai dan moral.
“Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya,” katanya.
Kemendikdasmen mendorong penerapan Pembelajaran Mendalam atau ‘Deep Learning’ sebagai program prioritas dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Pendekatan ini menempatkan proses belajar sebagai pengalaman bermakna yang berfokus pada pengembangan potensi murid.
“Sebuah adagium populer menyebutkan: jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan, jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional,” ujarnya.
Kemendikdasmen menetapkan program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari kebijakan strategis pemerintah. Pada tahun 2025, program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan di berbagai daerah.
Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel telah dimanfaatkan lebih dari 288 ribu satuan pendidikan. Kebijakan ini dinilai memberikan dampak nyata dalam mendukung proses belajar yang lebih efektif.
Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas guru melalui pemenuhan kualifikasi, kompetensi, serta kesejahteraan yang lebih baik. Lingkungan belajar diperkuat melalui budaya sekolah yang aman, sehat, resik, dan indah sesuai arahan Presiden.
Selain itu, peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan STEM dan Tes Kemampuan Akademik. Pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui skema sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, dan sekolah terbuka.
Kemendikdasmen memperkuat fondasi pendidikan melalui regulasi dan integrasi empat pusat pendidikan yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Pendekatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan.
Mendikdasmen mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kerja sama dalam memajukan pendidikan nasional. “Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....