Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Jadi Prioritas Baru Pendidikan
- 02 Mei 2026 11:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan menjadi bagian dari lima kebijakan strategis pemerintah
- Sebanyak 16.167 sekolah direvitalisasi dan lebih dari 288.000 satuan pendidikan terdigitalisasi pada 2025
- Pemerintah menargetkan renovasi 70.000 sekolah pada 2026 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan menjadi bagian kebijakan strategis pemerintah. Program tersebut juga mencakup digitalisasi pembelajaran sebagai salah satu hasil terbaik cepat Presiden Prabowo Subianto.
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan lima kebijakan strategis. Pertama, program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran sebagai salah satu program hasil terbaik cepat Presiden Prabowo Subianto,” katanya saat menjadi Inspektur Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menjelaskan revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman serta sarana memadai. Lingkungan belajar yang nyaman dan sarana memadai dinilai menjadi faktor penting mendukung motivasi serta keberhasilan belajar peserta didik.
Pada tahun 2025, program pembangunan dan revitalisasi telah dilaksanakan untuk 16.167 satuan pendidikan di berbagai daerah Indonesia. Selain itu, digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital telah diterapkan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan.
“Tahun 2025, program pembangunan dan revitalisasi telah dilaksanakan untuk 16.167 satuan pendidikan. Program digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital telah dilaksanakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan,” ujar Abdul Mu'ti.
Ia mengatakan berbagai teori pendidikan menyebutkan lingkungan belajar nyaman dan sarana memadai sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Karena itu, pemerintah terus memperkuat kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.
"Berbagai teori pendidikan menyebutkan bahwa lingkungan belajar yang nyaman dan sarana yang memadai merupakan faktor penting. Yang mendukung motivasi dan keberhasilan belajar," ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah menargetkan 70.000 bangunan sekolah, akan dilakukan renovasi pada tahun 2026. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto, usai meninjau progres renovasi SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026.
Renovasi puluhan ribu sekolah untuk berbagai jenjang pendidikan itu dilakukan, dalam program perbaikan dan pembangunan sekolah se-Indonesia. Setidaknya dalam target perbaikan dan pembangunan sekolah di tahun 2026 ini, mengalami lonjakan signifikan dari tahun sebelumnya.
"Tahun ini sudah 70.000 (sekolah). Anggaran tahun lalu (untuk) 17.000 sekolah, tahun ini 70.000 sekolah," kata Presiden Prabowo dalam keterangannya, dikutip dalam YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Program ini menjadi salah satu program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Tujuannya, dengan perbaikan dan pembangunan sekolah ini, akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....