Momen Hangat Presiden Prabowo Tanggalkan Safari, Berbaur dengan Buruh di Monas
- 01 Mei 2026 17:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo buka baju safari dan kenakan kaos hitam saat menyapa ribuan buruh di Monas.
- Momen guyub Presiden Prabowo bersama buruh mencerminkan kedekatan pemerintah dengan para pekerja Indonesia.
- Presiden. Prabowo tegaskan komitmen membela rakyat kecil dan menolak pejabat yang berpihak kepada pengusaha serakah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kedekatannya dengan buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026. Momen tersebut terlihat ketika Presiden membuka baju safari yang dikenakannya lalu bergabung langsung bersama para pekerja.
Usai menyampaikan pidato di hadapan ribuan buruh, Presiden berjalan mendekati massa tanpa sekat pengamanan berlebihan. Presiden kemudian memberikan pakaian kebesarannya kepada buruh sebelum mengenakan kaos hitam sederhana.
Presiden tampak menyalami dan memeluk sejumlah buruh yang hadir dalam peringatan May Day 2026 tersebut. Suasana guyub dan penuh kebersamaan terlihat saat para pekerja menyambut Presiden dengan tepuk tangan meriah.
Dalam pidatonya, Presiden kembali menegaskan peran besar buruh, petani, nelayan, dan pekerja dalam perjalanan politiknya. Presiden mengaku dukungan kelompok pekerja menjadi salah satu faktor dirinya dipercaya memimpin Indonesia.
“Saya merasa jadi Presiden karena dukungan kaum buruh, tani, nelayan, pekerja,” ujar Presiden. Pernyataan tersebut disambut sorakan dan tepuk tangan para buruh di kawasan Monas.
Presiden juga menegaskan komitmennya memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama kelompok masyarakat yang masih hidup dalam kesulitan. Presiden memastikan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah untuk membela rakyat kecil.
“Saya bersumpah berjuang untuk kepentingan rakyat, terutama yang hidupnya masih sulit,” kata Presiden. Ia menilai perjuangan tersebut akan terus menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Dalam kesempatan itu, Presiden turut menyoroti praktik korupsi dan pihak yang merugikan kepentingan masyarakat. Presiden mengaku tidak rela melihat kekayaan Indonesia justru dinikmati pihak yang tidak berpihak kepada rakyat.
“Saya tidak rela ada pejabat yang bekerja sama dengan pengusaha serakah,” ucap Presiden. Meski demikian, Presiden meyakini masih banyak pengusaha nasional yang tulus membantu membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....