GAPEMPI Dukung Kesejahteraan Buruh pada May Day 2026

  • 01 Mei 2026 15:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • GAPEMPI Dukung Kesejahteraan Buruh pada May Day 2026
  • GAPEMPI Dukung Kesejahteraan Buruh

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gabungan Pengusaha Merah Putih Indonesia (DPN GAPEMPI), Minarni Panggabean, menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kesejahteraan buruh dan pekerja di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional.

“Pekerja sejahtera. Bangsa berdaya,” ujar Minarni dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat 1 Mei 2026, yang bertepatan dengan peringatan May Day.

Menurut Minarni, kesejahteraan pekerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Pihak-pihak tersebut meliputi pemerintah, pengusaha, organisasi buruh, hingga lembaga pemerhati ketenagakerjaan.

Ia menilai peringatan May Day tidak sekadar seremoni tahunan. Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan buruh di tengah dinamika ekonomi global dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta otomatisasi.

“Tahun ini, fokusnya harus lebih tajam pada dukungan konkret terhadap kesejahteraan pekerja,” katanya. Ia menekankan perlunya langkah nyata dari semua pihak.

Minarni juga menyoroti tema yang diusung berbagai serikat pekerja pada 2026, yakni “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”. Tema tersebut dinilai menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Menurutnya, kolaborasi diperlukan untuk menciptakan ekosistem kerja yang adil dan berkelanjutan. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu mendorong kemajuan industri secara bersama.

Fondasi Kemajuan Industri

Ia menegaskan bahwa buruh merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, kesejahteraan pekerja menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan.

Kesejahteraan tersebut mencakup upah layak, jaminan sosial, dan keamanan kerja. Ketiga hal itu disebut sebagai fondasi utama kemajuan industri.

Minarni menambahkan bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja bukanlah beban bagi perusahaan. Hal ini justru merupakan investasi strategis bagi keberlanjutan usaha.

“Pekerja yang sejahtera akan lebih produktif, inovatif, dan loyal,” ujarnya. Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing industri.

Ia mengaku telah menghimpun berbagai aspirasi buruh menjelang May Day 2026. Aspirasi tersebut mencakup berbagai tuntutan terkait kesejahteraan pekerja.

Salah satunya adalah tuntutan penyesuaian upah minimum. Penyesuaian itu diharapkan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak dan inflasi untuk menjaga daya beli pekerja.

Selain itu, Minarni menyatakan dukungannya terhadap revisi regulasi ketenagakerjaan. Revisi tersebut mencakup penghapusan sistem alih daya (outsourcing) yang dinilai merugikan pekerja.

Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan status hubungan kerja. Upaya ini diharapkan memberikan kepastian bagi para pekerja.

Transisi Digital dan Perlindungan Pekerja

Minarni menekankan pentingnya transisi yang adil di era digital. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya penggunaan teknologi dan otomatisasi.

Ia mendukung penyediaan program pelatihan ulang (reskilling) bagi pekerja. Program tersebut dinilai penting bagi pekerja yang terdampak otomatisasi dan AI.

Tujuannya agar pekerja tetap memiliki peluang kerja di masa depan. Dengan demikian, dampak negatif dari transformasi digital dapat diminimalkan.

Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan mental dan fisik pekerja. Menurutnya, isu ini perlu mendapat perhatian yang lebih serius.

Risiko psikososial seperti stres dan kelelahan kerja menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang mendukung lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Hal tersebut sejalan dengan perhatian global yang disuarakan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO). Organisasi tersebut menekankan pentingnya lingkungan kerja psikososial yang sehat bagi pekerja.

Dorong Kolaborasi

Dalam keterangannya, Minarni juga menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah. Dukungan tersebut berkaitan dengan penanganan isu ketenagakerjaan di Indonesia.

Ia berharap peringatan May Day 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi. Kolaborasi tersebut diharapkan melibatkan seluruh pihak terkait.

“Peringatan May Day 2026 harus menjadi titik balik di mana kolaborasi mengalahkan konfrontasi,” kata Minarni. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan buruh harus menjadi prioritas utama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....