Partisipasi TKA Jenjang SD dan SMP Tembus Lebih dari 95 Persen
- 30 Apr 2026 23:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan keikutsertaan murid SD dan SMP pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana mencapai lebih dari 95 persen.
- Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan, hasil tersebut menjadi indikator awal keberhasilan pelaksanaan TKA tahun ini.
RRI.CO.ID, Tangerang - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan keikutsertaan murid SD dan SMP pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana mencapai lebih dari 95 persen. Capaian ini dinilai menunjukkan respons positif dari satuan pendidikan dan peserta di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan, partisipasi setiap gelombang TKA konsisten berada di atas 95 persen. Ia menilai hasil tersebut menjadi indikator awal keberhasilan pelaksanaan TKA tahun ini.
“Pelaksanaan TKA tahun ini menunjukkan capaian yang menggembirakan. Mayoritas gelombang mencatat persentase partisipasi yang positif,” kata Toni dalam Taklimat Media terkait pelaksanaan TKA jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat di Tangerang, Banten, Kamis, 30 April 2026.
Pada jenjang SMP, total partisipasi murid tercatat mencapai 97,22 persen dari seluruh peserta terdaftar. Sebanyak 4,2 juta siswa hadir mengikuti tes dari total 4,3 juta pendaftar.
Jumlah peserta yang tidak hadir pada jenjang SMP hanya sekitar 121 ribu siswa. Angka tersebut setara 2,78 persen dari total peserta yang terdaftar.
Sementara itu, pada jenjang SD, tingkat partisipasi bahkan mencapai 98,51 persen. Sebanyak 8,8 juta siswa mengikuti tes dari total 8,9 juta pendaftar.
Toni memastikan, terdapat evaluasi pada pelaksanaan gelombang khusus peserta satuan pendidikan nonformal. Menurutnya, kelompok ini membutuhkan pendekatan tes yang lebih adaptif dan fleksibel.
“Pelaksanaan gelombang khusus menjadi catatan evaluasi penting. Pendekatan tes harus lebih adaptif bagi peserta nonformal,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....