Ketum PGRI: Revitalisasi Fisik Sekolah Harus Jadi Fondasi Mutu Pembelajaran
- 30 Apr 2026 19:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Unifah Rosyidi menegaskan revitalisasi fisik sekolah harus berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran.
- Transformasi pendidikan membutuhkan perubahan pola pikir guru serta dukungan kesejahteraan dan kepastian kerja.
- Gogot Suharwoto mengungkap 195.000 sekolah mengalami kerusakan dengan ratusan ribu ruang kelas terdampak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan revitalisasi sekolah sangat penting. Ia menyebut perbaikan bangunan harus mampu mendorong peningkatan kualitas belajar bagi seluruh guru maupun siswa di Indonesia.
Unifah menjelaskan bahwa ketersediaan sarana prasarana sekolah merupakan kabar gembira bagi para tenaga pendidik nasional. Menurutnya, pemanfaatan fisik gedung yang canggih wajib diikuti dengan perubahan pola pikir para guru secara mendalam.
"Pembelajaran yang berkualitas itu part and parcel, tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kami berharap Kementerian Pendidikan dasar dan Menengah mempunyai program bagaimana mengangkat kepastian mereka itu dan mendorong mereka untuk belajar lebih baik," ujar Unifah di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Ia memaparkan bahwa persiapan mental tenaga pendidik menjadi kunci utama dalam menghadapi era pendidikan baru saat ini. Lebih lanjut, pergeseran orientasi dari perbaikan fisik menuju pembelajaran berkualitas tinggi merupakan hal yang patut untuk dipertimbangkan.
Unifah juga menyoroti pentingnya kepastian masa depan bagi guru Pegawai Negeri Sipil maupun guru honorer nasional. Ia mengatakan bahwa kesejahteraan serta kepastian kerja menjadi pendorong utama bagi mereka untuk terus belajar secara giat.
Sementara itu, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto mengungkap data kerusakan. Ia menyatakan terdapat 195.000 sekolah di tanah air yang saat ini memiliki ruang kelas dalam kondisi rusak.
Gogot merinci bahwa total ruangan yang mengalami kerusakan sedang hingga berat mencapai angka sekitar 443.000 unit. Menurutnya, akumulasi kerusakan infrastruktur tersebut terjadi karena pengabaian perawatan rutin selama jangka waktu yang sangat lama.
"Bapak Presiden dapat laporan memang kondisi sekolah kita dari 430.000 itu, ada 195.000 yang memiliki ruang kelas, ruang TU, ruang admin. Intinya ruang-ruang di sekolah kita itu rusak sedang dan berat," ujar Gogot.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk program bantuan revitalisasi tahun 2025. Lanjutnya, dana tersebut dikirim langsung ke rekening sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....