DPR Imbau Jemaah Haji Batasi Aktivitas Tambahan di Tanah Suci

  • 30 Apr 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya mengimbau jemaah haji membatasi aktivitas tambahan
  • Langkah ini untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci
  • Imbauan tersebut penting untuk keselamatan jemaah

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya mengimbau jemaah haji membatasi aktivitas tambahan. Langkah ini untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci.

Imbauan tersebut penting untuk keselamatan jemaah. Sekaligus memastikan ibadah berjalan optimal.

“Jemaah jangan memaksakan aktivitas di luar ibadah yang menguras kondisi fisik,” kata Atalia, Kamis, 30 April 2026. Ia menambahkan fokus utama diarahkan pada kelancaran ibadah haji.

Ia menilai pembatasan aktivitas sangat diperlukan agar jamaah tetap sehat dan khusyuk beribadah. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden kecelakaan bus yang terjadi di kawasan Jabal Magnet.

Menurutnya, keselamatan jamaah menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung. Atalia menegaskan seluruh aktivitas harus terarah dan mendukung kelancaran ibadah.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas di lapangan. Hal ini untuk menghindari risiko yang tidak perlu, termasuk kelelahan akibat aktivitas tambahan.

Politisi Golkar ini mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menangani jamaah terdampak. Penanganan melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah.

Serta didukung petugas haji di lapangan.

Komisi VIII DPR RI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Kordinasi ini untuk memastikan pelayanan optimal termasuk pendampingan dan pemulihan jamaah.

Sementara itu, pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan tersebut. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah menyampaikan penanganan telah dilakukan kasus ditangani melalui KJRI Jeddah.

Ia menjelaskan terdapat 10 jamaah mengalami luka, sebagian besar dalam kondisi ringan. Jemaah yang terluka telah mendapat perawatan medis dan kembali ke hotel dalam kondisi stabil.

Pemerintah memastikan seluruh jemaah tetap aman. Serta dapat melanjutkan ibadah dengan baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....