Demi Imunitas Fisik Jemaah, Dapur Katering Haji Ikuti Standar Gramasi

  • 30 Apr 2026 07:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Setiap makanan yang dihidangkan kepada jemaah haji Indonesia harus memenuhi stadar gramasi atau takaran yang ditentukan langsung oleh ahli gizi.

RRI.CO.ID, Makkah – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah memberi perhatian pada kualitas nutrisi jemaah Indonesia. Setiap menu makanan yang dihidangkan wajib mematuhi standar gramasi yang diracik langsung oleh tim ahli gizi.

Kebijakan nutrisi presisi ini diterapkan untuk menjaga imunitas tubuh ratusan ribu jemaah di tengah ancaman cuaca ekstrem. Perhitungan kalori disesuaikan ketat dengan tingginya intensitas aktivitas fisik yang akan dijalani para tamu Allah setiap harinya.

Ini semakin dimatangkan sehari menjelang pendaratan 12 kloter jemaah gelombang perdana di Makkah pada Kamis, 30 April 2026. Kepala PPIH Daker Makkah, Ihsan Faisal, langsung menginspeksi penyedia katering Ahlazat untuk memastikan komposisi makanan benar-benar aman dikonsumsi.

"Jadi jemaah Indonesia tidak perlu khawatir, makanan sudah kami siapkan setiap hari,” ujarnya, Rabu 29 April 2026. Menurut dia, menunya pun sudah sesuai dengan standar yang diberikan oleh para ahli.

Ihsan meminta jemaah yang masih berada di embarkasi daerah untuk membuang kebiasaan lama yaitu membebani koper dengan beras mentah. Menurut dia, perilaku tersebut merupakan langkah mubazir karena jatah konsumsi tiga kali sehari telah digaransi penuh oleh negara.

Logistik berkapasitas 6.150 porsi sekali masak ini sudah disiapkan untuk memanjakan lidah jemaah dengan cita rasa lokal nusantara. Pendekatan selera tersebut disengaja agar jemaah dapat makan dengan lahap demi mendongkrak ketahanan fisik.

"Takaran ataupun gramasi dalam konsumsi itu sudah sesuai dengan kebutuhan gizi,” ujar Ihsan. Selain itu, makanan tersebut telah memenuhi standar minimal kebutuhan jemaah.

Untuk mengunci rapat celah kelalaian penyedia katering, PPIH Daker Makkah memberlakukan setoran uji sampel makanan sebelum didistribusikan. Prosedur pamungkas ini menjadi wujud tanggung jawab mutlak pemerintah dalam melindungi hak-hak layanan jemaah secara komprehensif.

Head Chef Indonesian Food Ahlazat, David Ramadhon, mengatakan makanan yang disediakan mengandung bumbu-bumbu lokal Indonesia. “Kami mendatangkannya langsung dari Tanah Air,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....