KemenPPPA Tegaskan Pentingnya Layanan Kesehatan bagi Perempuan

  • 30 Apr 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menegaskan penguatan layanan kesehatan perempuan sebagai agenda penting dalam pembangunan kesehatan nasional.
  • Menteri PPPA, Arifatul Fauzi menekankan bahwa kesehatan perempuan berpengaruh langsung terhadap kualitas generasi mendatang.
  • Wakil Menteri Kependudukan menegaskan kebijakan kesehatan nasional harus responsif, adil, dan menjangkau seluruh perempuan Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menegaskan penguatan layanan kesehatan perempuan sebagai agenda penting dalam pembangunan nasional. Menteri PPPA, Arifatul Fauzi mengatakan, kesehatan perempuan berpengaruh langsung terhadap kualitas generasi mendatang.

Ia mencontohkan persoalan stunting yang tidak hanya berkaitan dengan bayi, tetapi juga kesehatan ibu sejak masa kehamilan. Hal itu disampaikan Arifatul saat memberikan sambutan dalam Forum Nasional Kesehatan Perempuan “No Woman Left Behind”.

“Kemudian kesehatan mental juga menjadi perhatian, karena info yang kami dapatkan bahwa 10 persen penduduk dunia. Indonesia saat ini sedang mengalami gangguan kesehatan mental atau kesehatan jiwa,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.

Arifah menyebut pemerintah memprioritaskan layanan kesehatan perempuan yang aman, inklusif, bebas diskriminasi, serta menjangkau kelompok rentan. Penguatan deteksi dini, layanan kesehatan jiwa, dan perlindungan kekerasan menjadi fokus utama kebijakan nasional.

“Layanan kesehatan perempuan harus ramah, aman, bebas diskriminasi, serta menjangkau kelompok rentan hingga wilayah 3T. Kami juga memperkuat kesehatan jiwa, perlindungan dari kekerasan, dan literasi kesehatan perempuan,” ucap Arifah.

Hal yang sama disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Isyana Bagoes Oka. Ia menegaskan kebijakan kesehatan nasional harus responsif, adil, dan menjangkau seluruh perempuan Indonesia.

Menurutnya, layanan kesehatan bermutu menjadi kunci mewujudkan perempuan sehat, tangguh, dan berdaya saing. “Pastikan setiap perempuan Indonesia, dimanapun ia berada, memiliki hak yang sama untuk hidup sehat, mendapatkan layanan yang bermutu," katanya.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Asnawi Abdullah menyebut kesehatan jiwa dan perlindungan dari kekerasan menjadi perhatian utama perempuan. Isu kesehatan reproduksi, maternal, dan akses layanan bagi kelompok rentan juga mendapat sorotan besar.

“Kesehatan jiwa dan perlindungan dari kekerasan menjadi perhatian utama perempuan dalam penjaringan aspirasi kami. Isu kesehatan reproduksi, maternal, serta akses layanan bagi kelompok rentan juga mendapat sorotan kuat,” kata Asnawi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....