Menbud Dorong Museum Syekh Yusuf Perkuat Diplomasi Budaya

  • 29 Apr 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Diplomasi budaya Indonesia diperkuat melalui rencana pembangunan museum di luar negeri
  • Langkah ini menegaskan peran sejarah sebagai kekuatan strategis bangsa
  • Menteri Budaya Fadli Zon menginisiasi pembangunan Museum Syekh Yusuf di Afrika Selatan

RRI.CO.ID, Jakarta - Diplomasi budaya Indonesia diperkuat melalui rencana pembangunan museum di luar negeri. Langkah ini menegaskan peran sejarah sebagai kekuatan strategis bangsa.

Menteri Budaya Fadli Zon menginisiasi pembangunan Museum Syekh Yusuf di Afrika Selatan. Museum tersebut dirancang sebagai Rumah Budaya Indonesia.

Pembangunan museum akan berlokasi di Cape Town. Inisiatif ini telah dikoordinasikan lintas kementerian dan otoritas setempat.

“Langkah ini telah disetujui Presiden Prabowo Subianto,” kata Fadli Zon, Rabu, 29 April 2026. Ia menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap diplomasi budaya.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan mempercepat penetapan Banten Lama sebagai cagar budaya nasional. Langkah ini untuk menjaga kelestarian warisan hidup.

Situs seperti Masjid Agung Banten menjadi fokus pelestarian utama. Nilai sejarah dan spiritual dinilai sangat penting.

Menbud menekankan peran Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai tokoh lintas peradaban. Ia dikenal sebagai ulama sekaligus pejuang melawan kolonialisme.

“Beliau satu-satunya pahlawan nasional di dua negara,” ujarnya. Peran beliau di Indonesia dan Afrika Selatan sangat signifikan.

Syekh Yusuf juga dikenal melalui puluhan karya tasawuf. Pemikiran dan perjuangannya berjalan beriringan.

Momentum ini disampaikan dalam peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf. Kegiatan berlangsung di kawasan Banten Lama.

Agenda ini telah masuk dalam kalender UNESCO. Pengakuan tersebut menegaskan pengaruh global tokoh tersebut.

Rangkaian kegiatan diisi diskusi intelektual dan program edukatif. Para pakar turut hadir dalam forum tersebut.

Sebanyak 500 santri mengikuti Khatmil Quran bil Kitabah. Kegiatan ini berupa penulisan mushaf Al-Quran.

Pengunjung juga menyaksikan pameran manuskrip bersejarah. Sebagian termasuk dalam program Memory of the World UNESCO.

Ruang interaktif berbasis budaya turut disediakan. Memberikan pengalaman edukasi yang lebih mendalam.

Acara ditutup dengan pertunjukan musik religi. Serta pembacaan puisi kebangsaan.

Sekitar 1.000 peserta menghadiri kegiatan tersebut.

Termasuk tamu dari dalam dan luar negeri. Melalui momentum ini, nilai perjuangan Syekh Yusuf terus dihidupkan.

Generasi muda diharapkan terinspirasi. Kegiatan ini bukan sekadar mengenang sejarah tetapi memperkuat identitas bangsa. Sertai diplomasi budaya Indonesia diarahkan semakin global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....