Hari Puisi Nasional 2026, Menbud Fadli Ziarahi Makam Chairil Anwar
- 29 Apr 2026 06:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli memimpin ziarah ke makam Chairil Anwar di TPU Karet Bivak dalam rangka Hari Puisi Nasional 2026.
- Chairil Anwar ditegaskan sebagai pelopor Angkatan ’45 bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, dengan karya yang terus relevan dan menginspirasi lintas generasi.
- Pemerintah merencanakan pemasangan patung Chairil Anwar di Rusia sebagai bagian diplomasi budaya, menyusul kontribusi patung Leo Tolstoy ke Universitas Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon bersama sejumlah sastrawan melakukan ziarah ke makam Chairil Anwar di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Puisi Nasional yang bertepatan dengan hari wafat sang penyair pada 28 April 1949.
Ia menyampaikan bahwa Chairil Anwar merupakan tokoh penting dalam sejarah sastra Indonesia. Chairil dikenal sebagai pelopor Angkatan ’45 bersama Asrul Sani dan Rivai Apin.
Menurutnya, karya-karya Chairil memiliki pengaruh besar dan tetap relevan hingga kini. "Chairil Anwar, yang wafat pada usia 27 tahun, telah menghasilkan puluhan puisi yang terus menjadi inspirasi lintas generasi," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 28 April 2026.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana pemerintah untuk memasang patung Chairil Anwar di Rusia sebagai bagian dari diplomasi budaya. Rencana tersebut muncul setelah Rusia menyumbangkan patung Leo Tolstoy ke Universitas Indonesia.
"Patung Chairil Anwar direncanakan ditempatkan di universitas yang memiliki kajian Bahasa Indonesia. Seperti di St. Petersburg atau Moskow," ujarnya.
Sementara itu, Putri dari Sang Penyair, Evawani Alissa menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian masyarakat. Terutama bagi mereka yang terus mengenang karya ayahnya, meskipun telah 76 tahun berlalu sejak kepergiannya.
Kritikus Sastra Universitas Indonesia, Maman Mahayana, menyoroti kegiatan yang digagas oleh Komunitas Sastra Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI). Ia menilai kegiatan ini merupakan penting dalam membangun investasi budaya jangka panjang.
"Nilai-nilai yang terkandung dalam karya Chairil Anwar berperan dalam membentuk cara berpikir dan bersikap masyarakat. Khususnya dalam konteks pascakemerdekaan yang melahirkan identitas budaya Angkatan ’45," ucapnya.
Selepas menaburkan bunga, beberapa penyair seperti Imam Ma'arif dan Jose Rizal Manua membacakan beberapa puisi karya Chairil Anwar. Menbud Fadli pada momentum hari tersebut turut membacakan salah satu karya sang penyair 'Yang Terhempas dan Yang Putus'.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....