Menaker Dorong Sertifikasi K3 Perkuat Budaya Industri Nasional
- 29 Apr 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penguatan budaya keselamatan kerja menjadi fokus pemerintah dalam dunia industri
- Langkah ini dinilai penting menjaga produktivitas dan perlindungan tenaga kerja
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membuka program pembinaan dan sertifikasi Ahli K3 Umum
RRI.CO.ID, Jakarta - Penguatan budaya keselamatan kerja menjadi fokus pemerintah dalam dunia industri. Langkah ini dinilai penting menjaga produktivitas dan perlindungan tenaga kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membuka program pembinaan dan sertifikasi Ahli K3 Umum. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran keselamatan kerja.
“Ini untuk mengakselerasi kesadaran budaya K3 di industri,” kata Yassierli, Rabu, 29 April 2026. Ia menekankan pentingnya praktik keselamatan kerja.
Program tahap kedua diikuti sekitar 2.100 peserta. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada tahap pertama, jumlah peserta juga mencapai 2.100 orang. Namun yang lulus sertifikasi sekitar 1.700 peserta.
Menaker mengapresiasi peran perusahaan jasa K3. Kegiatan pembinaan digratiskan bagi peserta.
Program ini menjadi langkah konkret pemerintah. Untuk memperluas akses kompetensi tenaga kerja.
Kebutuhan Ahli K3 di dunia industri terus meningkat. Seiring tingginya risiko kecelakaan kerja.
Keberadaan Ahli K3 tidak lagi sekadar pelengkap. Melainkan kebutuhan utama perusahaan.
Penguatan K3 juga berkaitan dengan kepatuhan regulasi. Sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.
Menurut Menaker, keselamatan kerja adalah investasi. Bukan hanya kewajiban administratif.
Akses pembinaan dan sertifikasi harus diperluas. Agar menjangkau lebih banyak pekerja.
Program ini diharapkan memperkuat budaya K3 nasional. Serta menciptakan lingkungan kerja yang aman.
Dengan tenaga kerja kompeten, risiko dapat ditekan. Produktivitas industri pun meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....