Update Korban KA Bekasi, Bertambah Menjadi 16 Orang Meninggal Dunia
- 29 Apr 2026 16:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TB Hasanuddin menolak usulan Blanket Overflight Clearance (BOC) karena dinilai mengancam kedaulatan Indonesia
- BOC berpotensi membuka akses militer asing tanpa kontrol ketat di wilayah udara nasional
- Risiko penyalahgunaan dinilai dapat melemahkan posisi Indonesia dalam percaturan global
RRI.CO.ID, Jakarta – Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan kereta di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang hingga Rabu pagi. Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi langsung oleh RRI.
"Korban berinisial MC berusia 25 tahun mengembuskan napas terakhir di RSUD Bekasi pada Rabu pagi. Kejadian tersebut tercatat dalam pembaruan data korban pada pukul 11.00 siang," ujarnya kepada RRI PRO3, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan, jumlah korban luka masih dalam penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Sebanyak 90 pasien masih dirawat dengan kondisi yang terus dipantau oleh tim medis di lapangan.
“Sebanyak 44 pasien sudah kembali dan 46 pasien masih dalam observasi di rumah sakit. Penanganan terus dilakukan oleh tenaga medis secara intensif,” katanya.
Wakil Direktur RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Sudirman membenarkan adanya tambahan korban meninggal dunia tersebut. Penambahan terjadi pada pasien yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi sejak malam kejadian.
“Iya benar ada satu pasien meninggal dunia saat ini di RSUD. Kondisi pasien sebelumnya memang dalam perawatan intensif oleh tim medis,” ujarnya.
Di RSUD Bekasi, sebanyak 23 korban masih menjalani perawatan inap hingga saat ini di berbagai ruang perawatan. Jumlah tersebut menurun dari data awal sebanyak 54 pasien yang masuk IGD sejak Senin malam.
Kecelakaan terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.52 WIB di wilayah Bekasi Timur. Insiden ini melibatkan KRL jurusan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya.
Tabrakan terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 saat rangkaian KRL dalam kondisi berhenti. Benturan keras dari arah belakang menyebabkan kerusakan parah pada beberapa gerbong dan menimbulkan korban.
Secara keseluruhan, jumlah korban dalam peristiwa ini mencapai 106 orang berdasarkan data terbaru. Sebanyak 16 korban meninggal dunia dan 90 korban lainnya mengalami luka dengan tingkat berbeda.
Para korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Rumah sakit tersebut antara lain RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, RS Hermina, hingga RS Mitra Keluarga.
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dalam insiden tersebut tanpa luka serius. Proses penanganan korban dan evaluasi penyebab kejadian masih terus dilakukan oleh pihak terkait.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....