Korlantas Gunakan TAA Ungkap Kronologi Kecelakaan Bekasi Timur
- 29 Apr 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Teknologi forensik kecelakaan dikerahkan untuk mengungkap tragedi tabrakan kereta di Bekasi
- Pendekatan digital dilakukan guna memastikan proses penyidikan lebih akurat
- Korps Lalu Lintas Polri menggunakan dua alat traffic accident analysis (TAA) dalam olah TKP
RRI.CO.ID, Jakarta - Teknologi forensik kecelakaan dikerahkan untuk mengungkap tragedi tabrakan kereta di Bekasi. Pendekatan digital dilakukan guna memastikan proses penyidikan lebih akurat.
Korps Lalu Lintas Polri menggunakan dua alat traffic accident analysis (TAA) dalam olah TKP. Perangkat ini mendukung rekonstruksi kejadian secara detail.
"Teknologi statis menggunakan kamera LiDAR dan 360 derajat," kata Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Komisaris Polisi Sandhi Wiedyanoe, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan alat mampu membaca lingkungan secara menyeluruh. Selain itu, alat portable juga digunakan dalam investigasi.
Teknologi ini menampilkan visual dari sudut pandang udara. "Melalui pola helicopter view, rekonstruksi dibuat dalam bentuk tiga dimensi," ujarnya.
Kualitas visual disebut mencapai resolusi 4K. Hasil rekaman dari kedua perangkat tersebut akan dijadikan alat bukti.
Data digital digunakan dalam seluruh tahapan hukum..Rekaman akan disampaikan kepada jaksa dan hakim.
Termasuk dalam proses penyidikan hingga persidangan. “Ini menjadi alat bukti elektronik yang sah,” ucapnya.
Penggunaan teknologi dinilai memperkuat pembuktian perkara. Korlantas juga menyoroti keterlibatan taksi dalam insiden tersebut.
Evaluasi terhadap operator kendaraan akan dilakukan. Koordinasi lintas direktorat tengah disiapkan.
Langkah ini untuk mencegah kejadian serupa terulang. “Kami akan lakukan evaluasi terhadap perusahaan terkait,” katanya.
Pendekatan ini mencakup aspek keselamatan transportasi. Insiden melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Data PT KAI mencatat korban meninggal mencapai 15 orang. Sementara puluhan lainnya mengalami luka.
Sebanyak 88 korban luka telah mendapat perawatan medis. Penanganan dilakukan di berbagai rumah sakit.
Korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Proses identifikasi masih terus berlangsung.
Investigasi berbasis teknologi diharapkan memperjelas penyebab kecelakaan. Sekaligus menjadi dasar evaluasi sistem keselamatan ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....