Kenapa 28 April Diperingati Hari Puisi Nasional? Simak Sejarahnya
- 28 Apr 2026 08:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Puisi Nasional diperingati setiap 28 April untuk mengenang Chairil Anwar
- Chairil Anwar pelopor Angkatan 45 dengan lebih dari 90 karya sastra
- Puisi menjadi media ekspresi yang menyampaikan gagasan dan emosi secara mendalam
RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Puisi Nasional diperingati setiap 28 April sebagai bentuk penghormatan terhadap perkembangan sastra Indonesia. Peringatan ini tidak terlepas dari sosok penyair legendaris Chairil Anwar yang berpengaruh besar.
Puisi menjadi media ekspresi yang kaya makna dan sering menggunakan bahasa kiasan untuk menyampaikan pesan. Melalui karya puisi, penyair dapat menyalurkan gagasan, emosi, dan pandangan hidup secara mendalam.
Hari Puisi Nasional diperingati setiap 28 April yang bertepatan dengan wafatnya Chairil Anwar. Melansir DITSMP Kemdikbud, peringatan ini digagas Badan Pengembangan Bahasa bersama Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia.
Chairil Anwar dikenal sebagai pelopor Angkatan 45 yang membawa perubahan besar dalam sastra modern Indonesia. Ia menghasilkan lebih dari 90 karya, dengan sekitar 70 di antaranya merupakan puisi berpengaruh.
Chairil lahir pada 22 Juli 1922 di Medan, Sumatera Utara, dan mulai menulis sejak 1942. Karya awalnya berjudul "Nisan" menjadi langkah awal perjalanan panjangnya di dunia sastra.
Sejumlah puisinya seperti "Aku", "Karawang-Bekasi", dan "Diponegoro" memiliki pengaruh besar bagi generasi penulis saat itu. Puisi "Aku" bahkan menjadi simbol semangat Angkatan 45 setelah dimuat di majalah Timur tahun 1945.
Chairil dikenal dengan gaya eksistensialisme yang kuat serta penggunaan bahasa yang lugas dan penuh makna. Ia juga mendapat julukan "Si Binatang Jalang" karena karakter puisinya yang berani dan ekspresif.
Terdapat dua versi peringatan Hari Puisi Nasional yang berkembang di tengah masyarakat hingga saat ini. Versi pertama adalah 28 April yang merujuk pada hari wafatnya Chairil Anwar.
Sementara versi kedua adalah 26 Juli yang merupakan tanggal kelahirannya dan digagas pada 2012. Kedua tanggal tersebut tetap berkaitan erat dengan kontribusi Chairil Anwar dalam sastra Indonesia.
Hari Puisi Nasional biasanya diperingati melalui berbagai kegiatan sastra yang melibatkan masyarakat luas. Kegiatan tersebut mencakup lomba membaca puisi, pertunjukan sastra, hingga penulisan karya baru.
Momentum ini menjadi ruang untuk mengapresiasi karya sastra sekaligus menumbuhkan minat literasi di kalangan masyarakat. Selain itu, peringatan ini juga memperkuat posisi puisi dalam kehidupan budaya Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....