Kemendes PDT Gandeng Barisan 8 Center Percepat Pembangunan Desa

  • 28 Apr 2026 15:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendes PDT gandeng Barisan 8 Center percepat pembangunan desa
  • Kolaborasi libatkan relawan, kampus, dan sektor swasta
  • Pemerintah dorong skema desa binaan untuk percepat pembangunan
  • Fokus atasi persoalan desa seperti listrik, air bersih, dan blank spot
  • Program desa ekspor jadi prioritas dengan komoditas kopi, vanili, dan gula aren

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggandeng Barisan 8 Center dalam kolaborasi percepatan pembangunan desa. Kerja sama ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama lintas sektor.

Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari relawan, perguruan tinggi, hingga sektor swasta. Langkah ini menjadi bagian dari arahan Presiden untuk memperkuat pembangunan dari desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun desa. Karena itu, seluruh elemen diminta terlibat aktif melalui skema desa binaan.

“Kita ini support team, bukan superman. Semua harus terlibat dan memiliki desa binaan,” ucapnya dalam penandatangan nota kesepahaman di Jakarta, Selasa 28 April 2026.

Menurut Yandri, setiap pihak didorong memiliki desa binaan sesuai potensi masing-masing wilayah. Hal ini untuk memastikan pembangunan desa berjalan lebih cepat dan terarah.

Ia menyebut kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menyelesaikan berbagai persoalan desa. Mulai dari keterbatasan listrik, wilayah blank spot, hingga akses air bersih dan pendidikan.

Yandri menegaskan desa harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Ia optimistis desa yang maju akan mendorong kemajuan Indonesia.

“Kalau desa maju, maka Indonesia akan maju,” ucapnya.

Dalam kerja sama ini, Barisan 8 Center dilibatkan untuk mendukung program prioritas, salah satunya pengembangan desa ekspor. Program ini menjadi bagian dari 12 aksi pembangunan desa yang dijalankan pemerintah.

Yandri menyebut saat ini sudah ada berbagai desa ekspor, seperti kopi, vanili, kemiri, dan gula aren. Penguatan program ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi desa.

Ketua Umum Barisan 8 Center Andrio Caesario mengatakan pihaknya berperan sebagai mitra pemerintah dalam mendorong desa mandiri dan sejahtera. Peran tersebut difokuskan pada penguatan akses pasar bagi produk desa.

“Kita membantu bagaimana hasil sumber daya alam di desa bisa tersalurkan ke pasar ekspor dan memberikan manfaat yang besar bagi petani,” ucapnya.

Ia menjelaskan Barisan 8 Center akan membantu mencarikan pasar serta memastikan regulasi yang mendukung. Dengan demikian, produk desa diharapkan memiliki daya saing di pasar global.

Menurut Andrio, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah percontohan dalam program ini. Komoditas yang menjadi fokus utama adalah kopi, khususnya jenis Arabika.

“Kita ingin mengangkat kopi Jawa Barat agar menjadi salah satu primadona dunia,” katanya.

Selain membuka akses pasar, Barisan 8 Center juga menyiapkan dukungan berbasis teknologi. Salah satunya melalui pengembangan aplikasi pemetaan potensi desa.

Aplikasi tersebut akan memuat data geotagging, luas lahan, hingga kualitas komoditas. Sistem ini diharapkan memudahkan petani terhubung langsung dengan pembeli dari luar negeri.

“Buyer bisa mengetahui potensi desa secara langsung, dari hulu hingga hilir produk,” katanya.

Kemendes menargetkan sekitar 5.000 desa ekspor dapat terbentuk dalam beberapa waktu ke depan. Target tersebut akan dicapai melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Yandri menegaskan pendekatan yang digunakan adalah pemberdayaan dan pendampingan. Kedua hal tersebut disebut tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan desa.

“Kalau ada pemberdayaan, harus ada pendampingan,” katanya.

Ia berharap kolaborasi ini mampu mempercepat transformasi desa menjadi lebih mandiri dan berdaya saing. Pemerintah juga ingin membangun persepsi bahwa desa adalah pusat pertumbuhan ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....