Kunjungi Korban Tabrakan Kereta, Menteri PPPA Pastikan Pemulihan Psikis Korban

  • 28 Apr 2026 13:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi mengunjungi para korban tabrakan kereta api di Kota Bekas
  • Kunjungan untuk memastikan pemulihan para korban terutama dari sisi psikis dan juga hak-hak korban yang berstatus pekerja.

RRI.CO.ID, Kota Bekasi - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi mengunjungi para korban tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Ia mengunjungi korban yang sedang dirawat di RSUD Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya menegaskan, bahwa Kementerian PPPA akan memastikan pemulihan para korban terutama dari sisi psikis. Sebab dari hasil kunjungannya ada beberapa korban yang saat ini dalam kondisi trauma.

"Kami dari Kementerian PPPA yang akan kami lakukan bukan hanya dari hal medis namun pemulihannya. Baik dari fisik maupun psikologis, karena ada beberapa yang trauma," katanya, Selasa, 28 April 2026.

Selain itu, Kementerian PPPA juga akan membantu para korban, khususnya yang berstatus pekerja bisa mendapatkan keringanan dari tempat mereka bekerja. Hal ini agar korban bisa kembali masuk bekerja setelah benar-benar pulih.

Bukan itu saja, pihaknya juga akan mengupayakan hak-hak para korban yang berstatus pegawai tetap dipenuhi. Upaya ini untuk memastikan agar para korban setelah sembuh bisa kembali bekerja seperti semula.

"Tadi ada perusahaan yang sudah hadir dan kami menyampaikan tolong korban sampai benar-benar pulih. Dah hak-hak pekerjanya bisa dipenuhi dan bisa bekerja kembali setelah sembuh," katanya.

Menteri Choiri juga mengusulkan kepada PT KAI untuk merubah penempatan gerbong khusus perempuan pasca insiden tabrakan kereta api di Bekasi. Ia meminta gerbong khusus perempuan posisinya tidak lagi ditempatkan di paling depan atau belakang namun ke depannya ditempatkan di tengah.

Ia juga menyebut bahwa mayoritas korban kecelakaan merupakan perempuan. Adapun korban laki-laki merupakan korban berasal dari kereta jarak jauh serta dari gerbong ketiga Kereta Api Rel Listrik (KRL).

"Kenapa ditaruh di paling depan dan paling belakang agar tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini kami mengusulkan agar gerbongnya dipindah di tengah," ujarnya, mengakhiri pembicaraan.

Sekadar informasi, tabrakan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada, Senin, 27 April 2026 malam. Tabrakan terjadi antara Kereta Api (KA) jarak jauh dengan KRL yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat taksi mogok.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....