DPR Minta Pemerintah Tuntaskan Darurat Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Api

  • 28 Apr 2026 10:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi V DPR RI terus menyoroti, kecelakaan 'adu banteng' Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL
  • Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mendorong, pemerintah segera menuntaskan ribuan darurat perlintasan sebidang jalur kereta api Indonesia
  • Pemerintah perlu segera menyelesaikan darurat perlintasan sebidang di Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi V DPR RI terus menyoroti, kecelakaan 'adu banteng' Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Insiden kelam itu, terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin malam, 27 April 2026.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mendorong, pemerintah segera menuntaskan ribuan darurat perlintasan sebidang jalur kereta api Indonesia. Sebab, perlintasan sebidang tersebut sering kali menjadi penyebab terjadinya kecelakaan kereta api.

"Pemerintah perlu segera menyelesaikan darurat perlintasan sebidang di Indonesia. Komisi V DPR sudah bertahun-tahun meminta kepada KAI untuk menyelesaikan jalur perlintasan sebidang," kata politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Lasarus mengungkapkan, hingga saat ini tercatat ada ribuan perlintasan sebidang yang tidak tertangani dengan baik. "Hingga saat ini darurat perlintasan sebidang tersebut tidak tertangani dengan baik," ucap Lasarus.

Jika darurat perlintasan sebidang tidak segera diselesaikan, ia mewanti-wanti, insiden kecelakaan kereta api akan terus terjadi di Indonesia. Ia mengingatkan, jalur kereta api seharusnya bebas dan steril dari segala hambatan.

“Makanya di seluruh dunia ini jalur kereta api itu 'clear and clean', kecuali di Indonesia. Jika darurat perlintasan sebidang tidak tertangani dengan baik, maka ada ribuan kemungkinan kecelakaan akan kembali terjadi,” ujar Lasarus.

Berdasarkan data KAI, jumlah perlintasan sebidang pada 2024, tercatat sebanyak 3.896 perlintasan sebidang. Hal itu, terdiri atas 2.803 perlintasan terdaftar dan 1.093 perlintasan tidak terdaftar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 perlintasan telah dijaga. Dan, sementara 971 perlintasan belum dijaga.

Memasuki 2025, jumlah perlintasan sebidang menurun menjadi 3.703 titik. Hal itu mencakup, 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 perlintasan tidak terdaftar.

Desember 2025 Pada periode yang sama, perlintasan yang telah dijaga sebanyak 1.864 titik. Sedangkan, perlintasan yang tidak dijaga berkurang menjadi 912 titik.

Diketahui, terjadi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. Akibat insiden tersebut, sebanyak tujuh orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya masih menjalani perawatan intensif.

"Meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026.

Sebagai informasi, peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta. Setelah rangkaian tersebut berhasil dievakuasi, insiden lanjutan terjadi.

Kecelakaan kedua terjadi saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin malam kemarin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....