Menteri Jumhur Akan Pimpin Konvoi dengan Buruh pada May Day
- 27 Apr 2026 22:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Buruh akan gelar aksi damai yang diikuti 300 ribu orang di Monas
- 2. Aksi damai merespon tuntutan buruh yang dipenuhi negara
- 3. Sebanyak 40.000 buruh akan konvoi dengan sepeda motor
RRI.CO.ID, Jakarta- Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat akan memimpin konvoi sepeda motor puluhan ribu buruh. Para buruh akan menggelar aksi damai dalam rangka peringatan May Day, di Monas, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.
"Kan itu hari libur ya, saya akan naik motor memimpin yang dari Jakarta sekitar 40 ribu naik motor. Akan ke Monas sama-sama bergabung dengan teman-teman dari Jabodetabek yang naik bus," kata Jumhur, kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Jumhur yang baru saja dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup mengatakan ada 300.000 orang buruh akan mengikuti apel di Monas. Aksi damai buruh merespon sejumlah aspirasi buruh yang dipenuhi negara seperti pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUUPPRT).
"Beberapa harapan kaum buruh itu diterima oleh negara, dalam hal ini adalah oleh pemerintah. Misalnya ada ratifikasi Konvensi 188 ILO tentang perlindungan nelayan," katanya.
Kemudian praktik outsourcing atau alih daya diperketat sehingga pengusaha tidak sembarangan untuk memberlakukan outsourcing. Selanjutnya adalah pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai sebagai kado untuk buruh.
"Undang-Undang Cipta Kerja yang baru betul-betul serius digarap untuk adil bagi semua. Ini serius, ini hadiah dari Presiden, dari negara, dari pemerintah untuk kaum buruh Indonesia," ujarnya.
Jumhur juga meminta dukungan dari buruh terkait tugas barunya sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Menurutnya buruh tidak hanya melulu menyoroti isu buruh tapi isu lain seperti lingkungan, dan sampah.
"Insyallah teman-teman buruh sih harusnya apa namanya mendukung ya, karena kita kan memang mulainya dari situ. Jadi saya juga bekerja, sudah apa namanya diuji lah begitu, mudah-mudahan lulus gitu," ujarnya menerangkan.
"Jadi ini bisa mewakili gerakan atau teman-teman dari buruh. Karena buruh kan tidak hanya urusan teknis buruh saja tapi di beberapa hal buruh harus bisa banyak hal juga," kata Jumhur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....