Angkutan Barang KAI Dorong Efisiensi Logistik Nasional

  • 27 Apr 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pergerakan logistik berperan penting menjaga stabilitas harga dan ekonomi
  • Kebutuhan distribusi mendorong penggunaan moda berkapasitas besar dan terjadwal
  • PT Kereta Api Indonesia mencatat angkutan barang 14,9 juta ton Triwulan I 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Pergerakan logistik berperan penting menjaga stabilitas harga dan ekonomi. Kebutuhan distribusi mendorong penggunaan moda berkapasitas besar dan terjadwal.

PT Kereta Api Indonesia mencatat angkutan barang 14,9 juta ton Triwulan I 2026. Volume ini menunjukkan distribusi nasional berbasis rel terus berjalan.

“Pertumbuhan angkutan barang menunjukkan kebutuhan distribusi skala besar,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, Senin, 27 April 2026. Ia menyampaikan hal tersebut dalam satu dekade, angkutan barang KAI meningkat signifikan.

Volume naik 74,2 persen dari 2017 hingga 2025. Kapasitas angkut kereta api memungkinkan distribusi dalam skala besar

Satu rangkaian batu bara dapat membawa hingga 3.000 ton. Volume tersebut setara sekitar 120 truk di jalan raya.

Hal ini berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas. Gerbong kereta memiliki kapasitas sekitar 50 hingga 70 ton.

Dalam satu rangkaian, kapasitas bisa mencapai 4.200 ton. Efisiensi ini mendukung sistem logistik yang lebih terukur.

Distribusi barang menjadi lebih stabil dan terencana. Biaya logistik nasional saat ini masih tergolong tinggi.

Persentasenya mencapai 15 hingga di atas 20 persen PDB. Standar global berada di kisaran 7 hingga 8 persen.

Hal ini menunjukkan peluang efisiensi yang besar. Sekitar 60 persen aktivitas logistik berada di Pulau Jawa.

Nilai biaya logistik mencapai Rp2.400 hingga Rp2.500 triliun per tahun. Ketepatan waktu angkutan barang KAI juga tinggi.

Keberangkatan mencapai 95,97 persen dan kedatangan 91,77 persen. “Penguatan infrastruktur rel membuka peluang distribusi lebih merata,” ujarnya.

Hal ini mendukung stabilitas pasokan dan harga. Pengembangan jaringan rel menjadi langkah strategis nasional.

Upaya ini memperkuat konektivitas antarwilayah. “Arah ini mendukung efisiensi dan daya saing ekonomi,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....