Istri Korban Pembajakan di Somalia: Ada Ancaman Eksekusi dan Negosiasi Tebusan
- 27 Apr 2026 01:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Keluarga korban pembajakan Kapal Tanker Honour 25 oleh perompak di perairan Somalia meminta bantuan pemerintah.
- Istri Ashari, Santi Sanaya (26), mengaku suaminya sempat menyampaikan bahwa para perompak meminta tebusan.
RRI.CO.ID, Gowa - Keluarga korban pembajakan Kapal Tanker Honour 25 oleh perompak di perairan Somalia meminta bantuan pemerintah. Diketahui, kapten kapal tanker asal Indonesia, Ashari Samadikun (33), menjadi korban pembajakan di perairan Somalia saat menjalankan tugas pelayaran.
Istri Ashari, Santi Sanaya (26), mengaku suaminya sempat menyampaikan bahwa para perompak meminta tebusan. Mereka mengancam akan mengeksekusi awak kapal jika tuntutan tidak dipenuhi.
Besaran tebusan hingga kini belum diketahui, karena proses negosiasi masih berlangsung. Namun, keluarga belum menerima informasi resmi terkait langkah pemerintah maupun perusahaan.
Diketahui, sebanyak 17 kru kapal berbendera Oman itu dibajak pada 21 April 2026. Adapun empat kru di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
“Kami berharap pemerintah segera membantu. Agar mereka pulang dengan selamat,” kata Santi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu 26 April 2026.
Santi menambahkan, suaminya telah menjadi kapten kapal sejak Januari 2026 dan berencana pulang ke Indonesia setelah kontrak kerja berakhir setibanya di tujuan. Diketahui, dari empat orang WNI, terdiri dari dua warga Sulawesi Selatan serta masing-masing satu orang dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Keluarga korban kini berharap pemerintah segera mengambil langkah diplomatik dan penyelamatan. Agar para awak kapal dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....