Dugaan Kecurangan UTBK di Undip Disorot DPR, Pengawasan Diminta Diperketat
- 26 Apr 2026 11:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- DPR soroti dugaan kecurangan UTBK di Undip, termasuk penggunaan alat bantu tersembunyi.
- Panitia diminta perketat pengawasan dan beri sanksi tegas bagi peserta curang agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari dan memberikan efek jera.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti dugaan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Universitas Diponegoro. Ia menilai temuan tersebut menjadi perhatian serius dalam menjaga integritas seleksi pendidikan.
Ia menyayangkan adanya peserta yang diduga menggunakan alat bantu tersembunyi di telinga saat mengikuti ujian. “Ya tentu kami sangat prihatin dan menyayangkan kejadian itu terjadi di kampus sebesar Universitas Diponegoro,” ujar Lalu Hadrian, Rabu 22 April 2026.
Ia meminta panitia UTBK untuk meningkatkan pengawasan selama ujian berlangsung. Langkah antisipatif dinilai penting guna mencegah berbagai modus kecurangan yang semakin beragam.
“Oleh sebab itu, kami meminta kepada panitia untuk lebih cermat. Lebih antisipatif dalam mencegah kecurangan-kecurangan yang terjadi,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa peserta yang terbukti melakukan pelanggaran harus diberikan sanksi tegas. Diskualifikasi dinilai perlu diterapkan sebagai efek jera sekaligus pembelajaran.
“Kami berharap pelaku kecurangan atau peserta yang melakukan kecurangan tersebut didiskualifikasi sebagai pembelajaran ke depan,” ujarnya. Ia menilai langkah tegas diperlukan agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari oleh pihak lainnya.
Lalu juga menekankan pentingnya menjaga prinsip keadilan dalam pelaksanaan UTBK. Menurutnya, proses seleksi harus berlangsung secara jujur dan transparan.
“UTBK ini harus berjalan dengan fair, harus berjalan dengan adil tanpa dibumbui kecurangan,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip kejujuran dan transparansi dalam seleksi.
UTBK SNBT sendiri merupakan jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri yang mengedepankan meritokrasi. Karena itu, integritas pelaksanaan ujian menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....