Stok Beras Melimpah, DPR Ingatkan Ancaman Gejolak Global
- 25 Apr 2026 09:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stok beras nasional kini mencapai sekitar 5 juta ton dan menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional.
- Anggota Komisi IV DPR RI, Alien Mus mengingatkan pemerintah tetap waspada meski stok beras nasional melimpah.
- Ia menilai stabilitas pasokan dan harga harus tetap dijaga di tengah ketidakpastian global.
RRI.CO.ID, Jakarta – Stok beras nasional kini mencapai sekitar 5 juta ton. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional di tengah tekanan global.
Ketersediaan tinggi menunjukkan upaya pemerintah menjaga pasokan tetap aman dan terkendali. Namun, distribusi yang merata dan harga yang stabil tetap menjadi tantangan utama.
Anggota Komisi IV DPR RI, Alien Mus mengingatkan pemerintah tetap waspada meski stok beras nasional melimpah. Ia menilai stabilitas pasokan dan harga harus tetap dijaga di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Namun, manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui distribusi yang merata dan harga yang terkendali.
“Capaian ini tentu sangat baik dan menjadi bukti kerja keras pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Namun, stabilitas harus tetap dijaga, baik dari sisi distribusi maupun harga, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya, di Jakarta pada Jumat, 24 April 2026.
Ia menyoroti kondisi geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor pangan. Dampaknya bisa berupa gangguan logistik hingga kenaikan biaya distribusi dan harga komoditas.
Karena itu, pemerintah diminta memastikan distribusi beras berjalan lancar hingga ke daerah. Selain itu, langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga juga perlu diperkuat.
Komisi IV DPR turut mendorong optimalisasi peran Perum Bulog dalam menjaga keseimbangan pasar. Upaya ini termasuk melalui operasi pasar jika diperlukan.
“Stok yang besar harus diiringi dengan manajemen distribusi yang baik. Jangan sampai stok melimpah, tetapi harga di masyarakat tetap tinggi,” katanya.
Ia menilai ketersediaan stok yang tinggi memberi posisi lebih aman bagi Indonesia. Namun, pengawasan dan kebijakan yang tepat tetap diperlukan agar ketahanan pangan terjaga.
“Pencapain stok beras tertinggi ini harus dapat dipastikan stabilitas pasokan dan harga yang terjangkau di tingkat masyarakat, maka kita perlu berkolaborasi melakukan pengawasan bersama,” ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut stok beras BULOG mencapai 5.000.198 ton. Angka tersebut merupakan data yang tercatat itu per Kamis, 23 April 2026 pagi.
Ia menilai pencapaian tersebut mencerminkan komitmen negara menjamin ketersediaan pangan. Stok kuat dinilai penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Capaian ini menjadi fondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan ke depan. Sekaligus memastikan masyarakat mendapat akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya.
Menurutnya, capaian ini tidak hanya bersifat statistik semata. Hal ini menunjukkan peran BULOG menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....