Stok Beras Jawa Timur 1,23 Juta Ton, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- 24 Apr 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bulog Jawa Timur menyebut stok beras Jawa Timur mencapai 1,23 juta ton
- Jawa Timur menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional
RRI.CO.ID, Jakarta — Pemimpin Perum BULOG wilayah Jawa Timur, Langgeng Wisnu mengatakan, stok beras di wilayahnya mencapai 1,23 juta ton. Menurutnya, capaian ini memperkuat peran strategis daerah dalam sistem pangan nasional.
"Ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan tidak hanya di tingkat regional. Tetapi juga sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.
Ia mengatakan, stok beras di Jawa Timur ini menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Cadangan yang kuat tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, capaian stok beras nasional yang menembus 5 juta ton. Menurutnya itu menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan.
“Capaian ini menjadi fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya.
Cadangan beras yang kuat tidak hanya berfungsi sebagai stabilisator harga. Stok tersebut juga menjadi instrumen penting dalam mengantisipasi gejolak pasar dan kondisi darurat.
Selain itu, ketersediaan beras turut mendukung pelaksanaan berbagai program bantuan pangan pemerintah. Bulog menilai capaian ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kinerja serta memperkuat kolaborasi menuju kemandirian pangan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kinerja Bulog dalam mengelola cadangan beras pemerintah. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja optimal seluruh jajaran.
“Terima kasih kepada Dirut BULOG dan seluruh tim yang telah bekerja optimal hingga stok beras nasional bisa menembus 5 juta ton,” ucapnya.
Menurutnya capaian ini juga didukung oleh peningkatan serapan gabah dan beras petani dalam negeri serta koordinasi lintas sektor yang solid. Selain itu, dukungan infrastruktur pergudangan yang luas turut memperkuat pengelolaan stok pangan nasional.
Saat ini, Bulog mengelola lebih dari 1.500 gudang milik sendiri serta sekitar 1.200 gudang mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini juga menjadi faktor penting dalam menjaga distribusi dan ketersediaan beras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....