Pemerintah Kaji Insentif Motor Listrik Rp5 Juta per Unit

  • 25 Apr 2026 01:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengusulkan program insentif pembelian motor listrik mulai diberlakukan tahun 2026.
  • Purbaya menjelaskan, kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengusulkan program insentif pembelian motor listrik mulai diberlakukan tahun 2026. Ini sebagai bagian dari percepatan transisi energi di sektor transportasi.

Purbaya menyampaikan bahwa program insentif akan dikucurkan secara bertahap dengan target awal mencakup sekitar 6 juta unit sepeda motor listrik. Pemerintah, kata dia, tidak akan menyalurkan insentif sekaligus, melainkan menyesuaikan dengan kesiapan program dan hasil evaluasi.

“Yang pertama itu 6 juta penjualan motor, tapi tidak semua sekaligus. Kita lihat bertahap, yang baru akan kita coba buat programnya,” ujar kara Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat 24 April 2026.

Purbaya menjelaskan, kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian dan akan dibahas lebih lanjut bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Berdasarkan kajian awal, pemerintah mempertimbangkan subsidi sekitar Rp5 juta per unit motor listrik. Namun, besaran insentif masih berpotensi berubah seiring proses finalisasi kebijakan.

Ia menegaskan hasil pembahasan lintas kementerian nantinya akan dilaporkan kembali kepada Presiden untuk mendapatkan arahan lanjutan. Purbaya mengatakan program insentif disiapkan sebagai bagian dari rencana besar pemerintah mengganti sepeda motor konvensional dengan motor listrik secara bertahap.

Program yang didorong Presiden Prabowo Subianto ini menargetkan konversi sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus menekan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....