Menag Ingatkan Bahaya Dakwah yang Menanamkan Kebencian Antarumat Beragama
- 25 Apr 2026 00:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahaya dakwah yang menanamkan kebencian terhadap pemeluk agama lain.
- Menag menegaskan bahwa aktivitas keagamaan seharusnya menjadi sarana memperkuat persatuan. Bukan memecah belah masyarakat.
RRI.CO.ID, Bengkulu - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahaya dakwah yang menanamkan kebencian terhadap pemeluk agama lain. Hal ini disamapaikan Menag saat menghadiri tabligh akbar di Bengkulu, Jumat, 24 April 2026.
Dalam kegiatan yang digelar di Masjid Baitul Izzah, Nasaruddin menegaskan bahwa aktivitas keagamaan seharusnya menjadi sarana memperkuat persatuan. Bukan memecah belah masyarakat.
“Banyak orang, sadar atau tidak, ketika mengajarkan agama justru menanamkan kebencian terhadap pemeluk agama lain. Jika itu terjadi, tentu tidak sesuai dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang sangat plural,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai agama harus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan damai di tengah keberagaman bangsa. Ia menekankan bahwa karakter Indonesia sebagai negara majemuk yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya.
Sehingga, hal tersebut menuntut pendekatan dakwah yang mengedepankan toleransi serta saling menghormati. Nasaruddin juga menilai kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam memperkokoh persatuan umat.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat persatuan. Nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan damai,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyebut tabligh akbar menjadi momentum memperkuat keimanan. Sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Ia berharap tausiah Menteri Agama dapat memberikan pencerahan, penguatan nilai spiritual. Serta motivasi bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang damai, toleran, dan berakhlak mulia.
Kegiatan tabligh akbar tersebut dihadiri ratusan jemaah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bengkulu. Kemudian, kepala organisasi perangkat daerah, serta tokoh masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....