Kemenag: Sebanyak 305.334 Peserta Ikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta

  • 22 Apr 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Muhammad Ali Ramdani menyebut 305.334 peserta mengikuti pelatihan KBC
  • Pelatihan KBC berlangsung 22–28 April 2026 melalui platform MOOC Pintar, mayoritas peserta guru

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui skema Belajar Mandiri di Jakarta, Rabu, 22 April 2026. Kepala BMBPSDM Kemenag Muhammad Ali Ramdani mengatakan sebanyak 305.334 peserta mengikuti pelatihan tersebut.

Ali menyebut pelatihan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 22 hingga 28 April 2026 melalui platform MOOC Pintar. Dengan mayoritas peserta merupakan guru yang meminati implementasi kurikulum berbasis cinta.

“Hari ini kita melaunching sebuah kegiatan untuk pelatihan para komunitas yang meminati implementasi kurikulum berbasis cinta. Mayoritas yang ikut itu adalah guru,” kata Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag tersebut saat konferensi pers di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026.

Ia mengatakan pihaknya berupaya memastikan implementasi pelatihan dapat berjalan dengan optimal. “Setiap paket-paket menu-menu pembelajaran kita ikhtiarkan juga tidak memiliki kesenjangan yang terlalu jauh dengan model pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Pelatihan ini, kata Ali bertujuan memberikan pengetahuan, pengalaman serta kemampuan untuk menginternalisasi pemaknaan kurikulum berbasis cinta tersebut. Ia menambahkan pendekatan ini tidak hanya menekankan transformasi ilmu, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang bersumber dari cinta.

“Tujuan dari pelatihan ini pada dasarnya adalah ingin memberikan pengetahuan, pengalaman serta kemampuan untuk menginternalisasi pemaknaan kurikulum berbasis cinta. Di mana kita sadar betul bahwa penajaman ilmu buat siswa-siswa kita tidak sekedar boleh dipahami sebagai transformasi ilmu,” kata Ali.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan kurikulum berbasis cinta bertujuan melahirkan generasi yang produktif dan berkah. Ia menilai pendidikan harus menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan batin.

“Kurikulum berbasis cinta targetnya adalah untuk melahirkan anak-anak Indonesia yang produktif dan berkah. Tidak semua produktif itu berkah dan tidak mungkin ada berkah tanpa produktif,” ujar Menag.

Menteri Nasaruddin menambahkan pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan generasi yang tajam dalam berpikir. Generasi yang diharapkan juga memiliki hati yang kuat dan mampu menghargai sesama.

“Kita tidak akan melahirkan anak-anak Indonesia yang kering batinnya hanya tajam pikirannya. Yang kita harapkan adalah pikirannya tajam tapi hatinya juga subur,” ucapnya.

Sehingga para generasi mendatang akan bertoleransi tidak hanya satu sama lain tetapi dengan sesama makluk dan lingkungannya. Pendekatan ini juga diharapkan melahirkan manusia yang paripurna sesuai nilai ajaran agama.

Sebagai informasi, KBC merupakan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada pengembangan karakter, pengalaman belajar, serta aspek sosial dan emosional. Kurikulum ini bertujuan membentuk individu yang toleran dan mengedepankan nilai cinta dalam kehidupan.

Program ini telah diluncurkan di Asrama Haji Sudiang, Makassar pada 24 Juli 2025 lalu. Untuk pendaftaran mengikuti pelatihannya telah dimulai dari 17 - 21 April 2026 di laman resmi pintar.kemenag.go.id.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....