Kemenko Polkam Perkuat Penanganan Konten Negatif dan Narasi Positif

  • 24 Apr 2026 18:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memperkuat penanganan konten negatif di ruang digital. Langkah ini diiringi strategi pemulihan dampak serta penguatan narasi positif untuk menjaga stabilitas nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) memperkuat penanganan konten negatif di ruang digital. Langkah ini diiringi strategi pemulihan dampak serta penguatan narasi positif untuk menjaga stabilitas nasional.

Asisten Deputi Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber Kemenko Polkam, Budi Eko Pratomo mengatakan evaluasi dilakukan menyeluruh. Evaluasi ini mencakup berbagai bentuk konten negatif, mulai dari disinformasi, hoaks, hingga ujaran kebencian.

“Rakor ini membahas evaluasi komprehensif terhadap penanganan berbagai bentuk konten negatif selama periode Januari hingga Maret 2026. Mulai dari disinformasi, hoaks, ujaran kebencian, hingga isu sensitif terkait kebijakan pemerintah dan kesenjangan sosial,” ujarnya dalam keterangan pers pada Jumat, 24 April 2026.

Selain evaluasi, pemerintah juga menyusun strategi pemulihan dampak. Langkah ini dilakukan melalui penguatan kontra narasi berbasis data dan faktafakta.

Pemerintah juga mendorong amplifikasi narasi positif. Upaya ini untuk mendukung efektivitas komunikasi program pemerintah kepada publik.

Menurutnya, koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci utama untuk mengendalikan penyebaran konten negatif sejak dini. “Kolaborasi lintas sektor menjadi krusial dalam membangun ekosistem informasi publik yang sehat, adaptif, dan responsif terhadap dinamika ruang digital,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah merumuskan tiga langkah strategis. Salah satunya memperkuat koordinasi terpusat agar respons lebih cepat dan terintegrasi.

Langkah berikutnya adalah menyamakan persepsi terkait klasifikasi konten disinformasi, fitnah, dan kebencian. Proses penurunan konten juga akan dipercepat untuk mencegah eskalasi.

“Ketiga, penguatan pendekatan proaktif melalui pengembangan narasi positif yang terencana dan kolaborasi komunikasi publik lintas sektor secara berkelanjutan,” ujar Budi.

Kemenko Polkam menegaskan komitmennya menjaga ruang digital yang sehat. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....