Wakil Rektor UNJ Beberkan Munculnya Kecurangan pada UTBK SNBT

  • 24 Apr 2026 10:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Praktik kecurangan kembali muncul dalam seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026. Fenomena ini terus berulang setiap tahun.

Kecurangan tidak hanya disebabkan faktor individu semata. Terdapat kombinasi lemahnya integritas dan peran sindikat terorganisasi.

Untuk itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ifan Iskandar mengatakan, kejujuran menjadi faktor penting. Hal ini, lanjut dia, menjadi tantangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT.

“Kecurangan terjadi karena belum muncul sikap jujur dan percaya diri. Ini menjadi tantangan dalam sistem seleksi nasional,” kata Ifan usai Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat, di Aula Bung Hatta, UNJ, Kamis, 23 April 2026.

Ia menjelaskan faktor eksternal turut memperparah kondisi tersebut. Sindikat menyediakan berbagai fasilitas untuk membantu peserta berbuat curang.

“Niat curang difasilitasi oleh kelompok tertentu. Hal ini membuat praktik kecurangan semakin sulit diberantas,” ujarnya.

Sindikat bekerja secara terorganisasi dan sistematis dalam operasinya. Mereka menawarkan jasa kelulusan kepada peserta dan orang tua.

“Mereka bahkan menawarkan kerja sama kepada pihak kampus. Ini menunjukkan jaringan kecurangan semakin kompleks,” ucapnya.

Ifan menilai kampus perlu melakukan pendekatan menyeluruh. Tidak hanya mengandalkan pengawasan teknis dalam pelaksanaan ujian.

“Pendidikan karakter sangat penting untuk membangun integritas individu. Masalah ini tidak hanya teknis tetapi juga moral,” katanya.

Ia menegaskan integritas menjadi kunci utama dalam mencegah kecurangan. Tanpa itu, praktik serupa akan terus terjadi.

Selain itu, penindakan terhadap sindikat harus dilakukan tegas. Langkah ini penting untuk memutus rantai kecurangan.

“Kami ingin proses penerimaan mahasiswa berjalan adil dan transparan. Tindakan tegas diperlukan untuk menjaga integritas seleksi,” ucapnya, tegas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....