Produk Fesyen Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Kobe Jepang
- 24 Apr 2026 10:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Produk fesyen dan aksesori Indonesia mencatat potensi transaksi sekitar USD 1 juta atau setara Rp17 miliar dalam ajang Pop Up Store Kobe-Jepang 2026
RRI.CO.ID, Jakarta – Produk fesyen dan aksesori Indonesia mencatat potensi transaksi sekitar USD 1 juta dalam ajang Pop Up Store Kobe-Jepang 2026. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp17 miliar.
Capaian ini menunjukkan daya saing produk kreatif nasional semakin meningkat. Produk Indonesia juga kian mampu menembus pasar Jepang yang dikenal selektif.
Kegiatan promosi tersebut berlangsung pada 15 hingga 21 April 2026 di Kota Kobe, Jepang. Potensi transaksi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Dan Liris dan Bee-First Co., Ltd pada 17 April 2026.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyebut capaian tersebut mencerminkan tren positif. Menurutnya, produk Indonesia semakin diterima di pasar global.
“Potensi transaksi yang diraih juga menunjukkan produk Indonesia semakin diterima dan mampu bersaing di pasar global. Khususnya di segmen yang menuntut kualitas dan desain tinggi,” ujarnya dalam keterangan pers pada Kamis, 23 April 2026.
Ia menambahkan, partisipasi Indonesia dalam ajang tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat citra produk fesyen, aksesori, dan perhiasan Indonesia di Jepang.
Sebanyak 16 jenama nasional turut berpartisipasi dalam pameran tersebut melalui Paviliun Indonesia. Produk yang ditampilkan menonjolkan kualitas, desain, serta sentuhan budaya khas Indonesia sebagai keunggulan utama.
Konsul Jenderal RI di Osaka, John Tjahjanto, menegaskan pihaknya siap mendukung promosi produk Indonesia di Jepang. Upaya ini juga menjadi bagian dari penguatan diplomasi ekonomi Indonesia.
“KJRI Osaka terus berkomitmen mendukung upaya diplomasi ekonomi Indonesia. Termasuk melalui fasilitasi promosi produk unggulan dan penjajakan kemitraan bisnis,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala ITPC Osaka Didit Akhdiat Suryo menekankan pentingnya strategi promosi yang terarah. Pendekatan berbasis storytelling dinilai efektif untuk membangun koneksi emosional dengan konsumen Jepang.
Selain pameran, kegiatan promosi juga dilengkapi dengan peragaan busana di ruang publik Kota Kobe. Ajang tersebut menampilkan ratusan koleksi produk Indonesia dan menarik perhatian masyarakat setempat.
Dengan tren positif ini, Jepang tetap menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia di sektor tekstil dan produk tekstil. Ke depan, peluang ekspor produk kreatif Indonesia ke pasar Jepang dinilai masih terbuka luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....