Raih Peluang Ekspor di tengah Dinamika Global, Kemendag Dorong Pengusaha Adaptif

  • 18 Apr 2026 12:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fajarini Puntodewi mendorong pengusaha bersikap adaptif menghadapi dinamika ekonomi global.
  • Pemerintah menilai krisis global sebagai peluang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok dunia.
  • Forum di Surabaya membantu pelaku usaha memahami regulasi dan strategi ekspor di tengah ketidakpastian global.

RRI.CO.ID, Surabaya - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi mendorong pengusaha nasional. Ia meminta para pelaku usaha agar bersikap adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia yang tidak menentu.

Puntodewi menyatakan bahwa Indonesia berpotensi besar menjadi pemasok utama kebutuhan barang di pasar internasional sekarang. Lanjutnya, kolaborasi bersama antar seluruh pemangku kepentingan diperlukan guna meraih kesempatan tersebut secara optimal bagi bangsa.

“Indonesia berpeluang besar untuk mengambil peran sebagai sumber pasokan global dan tampil sebagai kekuatan ekspor di tengah ketidakpastian dunia. Setiap krisis menghadirkan peluang, kita perlu mendorong bersama upaya untuk meraih serta memanfaatkannya secara optimal,” ujar Puntodewi di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arief Wibisono meminta pengusaha tidak terhambat tantangan global. Menurutnya, kesiapan serta kemampuan menyiasati keadaan menjadi kunci utama dalam mendorong peningkatan kinerja perdagangan luar negeri.

Arief menegaskan bahwa dinamika politik dunia saat ini harus dipandang sebagai sebuah kesempatan emas bagi industri. Lanjutnya, para pelaku usaha wajib meningkatkan daya saing produk unggulan agar mampu bersaing pada pasar internasional.

“Dinamika global jangan dilihat sebagai penghalang, melainkan sebuah kesempatan. Untuk meraih kesempatan tersebut, maka pelaku usaha perlu siap, adaptif, dan mampu memanfaatkan peluang ekspor, mendorong peningkatan kinerja ekspor,” ujar Arief.

Forum strategi pengembangan ekspor di Kota Surabaya ini diikuti oleh 75 pelaku usaha lokal. Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan dari Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor (PPIE) Ricky Rinaldi.

Iska Huberta selaku perwakilan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur turut memberikan wawasan teknis kepada para peserta. Tenaga teknis dari Export Center Surabaya (ECS) Aksamil Khair juga turut hadir.

Para pengusaha mendapatkan pemahaman mendalam mengenai program penguatan kolaborasi dalam meningkatkan nilai jual produk daerah. Sesi jejaring bisnis memfasilitasi interaksi langsung antara produsen lokal dengan para pemangku kepentingan ekspor terkait.

Aksamil Khair menyambut baik inisiatif pemerintah dalam mempertemukan pelaku usaha dengan pemberi kebijakan secara langsung. Lanjutnya, forum ini berfungsi sebagai wadah untuk mencari solusi konkret atas hambatan ekspor yang dihadapi daerah.

“Melalui sesi diskusi, pelaku usaha menyampaikan berbagai permasalahan. Mereka memperoleh klarifikasi dan solusi untuk menjalankan serta mengembangkan ekspor,” ujar Aksamil.

Pemilik CV Haza Food Muhammad Zainudin mengapresiasi pemberian materi mengenai regulasi perdagangan luar negeri yang sangat komprehensif. Lanjutnya, strategi adaptif sangat dibutuhkan untuk menyiasati pasar wilayah Timur Tengah yang sedang terdampak oleh konflik.

Zainudin merasa terbantu dalam mengatur langkah bisnis agar pengiriman barang ke mancanegara tetap dapat terus berjalan. Menurutnya, pemahaman aturan yang jelas memberikan kepastian bagi perusahaan kecil dalam merancang target pemasaran.

“Kami memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi ekspor yang harus dipenuhi, strategi dalam menyiasati pasar Timur Tengah yang terdampak konflik. Forum ini membantu kami mengatur langkah agar ekspor dapat terus berjalan di tengah situasi yang dinamis,” ujar Zainudin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....