ARCH:ID 2026 Dorong Arsitektur yang Inklusif dan Kolaboratif

  • 24 Apr 2026 07:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • ARCH:ID 2026 mengusung tema “Skema Sintesa” yang menekankan inklusivitas dan kolaborasi lintas disiplin dalam praktik arsitektur.
  • Pameran ini menghadirkan 725 booth dan ditargetkan menarik 31 ribu pengunjung sebagai wadah koneksi dan kolaborasi profesional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pameran ARCH:ID 2026 resmi dibuka di ICE BSD, Tangerang Selatan, pada Kamis, 23 April 2026. Memasuki edisi keenam, ARCH:ID mengusung tema “Skema Sintesa: Arsitektur Keterlibatan”.

Perumusan tema ini berangkat dari gagasan inclusivity atau keterbukaan dan kesetaraan antar manusia. Konsep ini kemudian berkembang menjadi pendekatan “skema sintesa”, yakni penggabungan berbagai disiplin ilmu dalam proses perancangan arsitektur.

Arsitektur, menurut Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Georgius Budi Yulianto, dipandang sebagai sebuah ekosistem yang terus berkembang. Seiring waktu, penyelenggaraan ARCH:ID dinilai tidak hanya mengalami pertumbuhan dari sisi skala.

Ia menambahkan, pameran ini juga berperan dalam membesarkan profesi arsitek. Tak hanya itu, ARCH: ID 2026 mendorong pemahaman masyarakat terhadap arsitektur melalui kerja sama dan kolaborasi yang terintegrasi.

“Skema sintesa tidak berdiri hanya dari dua kata tersebut. Ini adalah cara melihat ruang sebagai titik temu kolaboratif, di mana gagasan lahir dari kolaborasi,” Kurator ARCH:ID 2026, Trianzani Sulshi, dalam Konferensi Pers ARCH:ID.

Tahun ini, penyelenggaraan ARCH:ID menghadirkan 725 booth di area seluas 18 ribu meter persegi. Pameran ini juga menyuguhkan Featured Exhibitions, Business Matching, kompetisi Hackathon, hingga Best Booth Award.

ARCH:ID 2026 ditargetkan akan menarik sekitar 31 ribu pengunjung selama empat hari penyelenggaraan. Ini sekaligus menjadi platform penting bagi para profesional untuk terhubung dan berkolaborasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....