Airlangga Sebut Filipina Berminat Beli Pupuk Urea Indonesia
- 23 Apr 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. India dan Filipina berminat membeli pupuk urea Indonesia
- 2. Indonesia berhasil ekspor 250.000 ton pupuk urea ke Australia
- 3. Harga pupuk urea kompetitif membuat negara lain berminat beli pupuk Indonesia
- 4. Indonesia surplus pupuk urea dengan produksi nasional 7,8 juta ton
- 5. Kebutuhan pupuk urea dalam negeri 6,3 juta ton
RRI. CO.ID, Jakarta- Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan India dan Filipina berminat mengimpor pupuk urea dari Indonesia. Sebelumnya Indonesia mengekspor 250.000 ton pupuk urea tahap pertama ke Australia.
"Pupuk kita mengalami surplus sehingga beberapa negara, seperti India, Filipina, maupun Australia meminta kepada Indonesia. Permintaan seiring posisi produksi nasional yang saat ini mengalami surplus sejauh ini,” kata Menteri Airlangga dalam keteranganya seperti diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Kamis, 23 April 2026.
Menteri Airlangga mengatakan pemerintah menetapkan harga gas bagi industri pupuk di kisaran USD 6 per MMBTU guna menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET). Kebijakan tersebut berdampak kepada harga pupuk yang kompetitif sehingga banyak negara yang berminat membeli pupuk dari Indonesia.
Airlangga mengatakan pemerintah baru menyetujui ekspor pupuk urea ke Australia. Pemerintah Australia menyambut baik impor pupuk dari Indonesia.
"Indonesia punya resiliensi di sektor pangan. Terutama karena dari segi pupuk urea juga aman,” ujar Airlangga.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Selasa, 21 April 2026. PM Albanese menyampaikan apresiasi atas impor pupuk urea Indonesia ke Australia.
Presiden Prabowo Subianto memberi lampu hijau untuk ekspor 250 ribu ton pupuk urea ke Australia. Pengiriman ratusan ribu ton pupuk urea tersebut merupakan tahap awal.
“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar. Ekspor 250.000 ton pada tahap pertama,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.
Seskab Teddy mengatakan negara lain seperti India, Filipina, Thailand, dan Brasil, berminat mengimpor pupuk urea dari Indonesia. Total volume ekspor pupuk urea 1 juta ton.
Ia mengatakan ekspor pupuk urea merupakan bagian dari penguatan peran Indonesia dalam rantai pasok global. Data Kementerian Pertanian, Indonesia surplus pupuk urea dengan produksi nasional 7,8 juta ton.
"Sesuai data Menteri Pertanian, total produksi urea nasional sebesar 7,8 juta ton. Adapun kebutuhan dalam negeri sekitar 6,3 juta ton,” ujar Seskab Teddy menerangkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....