Indonesia Ekspor Pupuk Urea, PM Australia Apresiasi Presiden Prabowo

  • 21 Apr 2026 21:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengapresiasi kebijakan ekspor pupuk urea Indonesia
  • 2. Presiden Prabowo Subianto menyetujui ekspor 250 ribu ton pupuk urea ke Australia
  • 3. Pemerintah memastikan pasokan pupuk urea dalam negeri aman
  • 4. Total produksi pupuk urea nasional sebesar 7,8 juta ton

RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden RI Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Selasa, 21 April 2026. PM Albanese menyampaikan apresiasi atas ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia.

Presiden Prabowo Subianto memberi lampu hijau untuk ekspor 250 ribu ton pupuk urea ke Australia. Pengiriman ratusan ribu ton pupuk urea tersebut merupakan tahap awal.

“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar. Ekspor 250.000 ton pada tahap pertama,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.

Momen Presiden Prabowo menerima sambungan telepon dari PM Albanese diunggah di media sosial Instagram@sekretariatkabinet. Terlihat Presiden Prabowo yang mengenakan kemeja safari berwarna krem, berbincang dengan PM Albanese melalui sambungab telpon.

Lebih lanjut Seskab Teddy mengatakan, Indonesia akan memperluas jangkauan pasar ekspor pupuk dengan menjajaki pengiriman ke sejumlah negara. Ekspor pupuk urea merupakan bagian dari penguatan peran Indonesia dalam rantai pasok global.

“Ke depan, sebagian pupuk urea juga akan diekspor ke India, Filipina, Thailand, dan Brasil. Total komitmen ekspor mencapai kurang lebih 1 juta ton,” ujar Seskab Teddy.

Seskab Teddy menegaskan kebijakan ekspor dilakukan secara terukur dengan tetap menjaga keseimbangan pasokan dalam negeri. Artinya pemerintah memastikan kebutuhan dalam negeri mencukupi seiring kapasitas produksi nasional yang memadai.

Jumlah produksi urea nasional berada di atas kebutuhan dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total produksi urea nasional sebesar 7,8 juta ton.

“Sesuai data Menteri Pertanian, total produksi urea nasional sebesar 7,8 juta ton. Adapun kebutuhan dalam negeri sekitar 6,3 juta ton,” ujar Seskab Teddy menerangkan.

Teddy menjelaskan dengan menjaga keseimbangan pasokan, ekspor memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Selain itu, kebutuhan pupuk urea untuk petani mencukupi dengan pasokan yang stabil.

“Langkah ini diharapkan tetap menjaga ketahanan pasokan domestik. Sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia di pasar global,” kata Seskab Teddy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....