Cegah Kecurangan, Panitia SNPMB 2026 Perketat Pengawasan Ujian

  • 23 Apr 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Panitia SNPMB 2026 mendeteksi 2.940 data anomali dan memperketat pengawasan untuk mengantisipasi kecurangan UTBK
  • Pada hari pertama UTBK 2026, ditemukan tujuh kasus kecurangan dengan modus alat bantu digital dan joki pemalsuan data.
  • Kasus kecurangan juga terjadi di Unsulbar, dua peserta diduga terlibat sindikat perjokian dengan perangkat komunikasi yang dimodifikasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 memperketat pengawasan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Langkah ini digunakan untuk menekan praktik kecurangan selama pelaksanaan ujian berlangsung.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi kecurangan. Antisipasi dilakukan sejak sebelum ujian berlangsung.

Panitia mendeteksi sebanyak 2.940 data anomali yang memiliki kemiripan dengan pola kecurangan pada UTBK 2025. "Data tersebut tidak serta-merta merupakan kecurangan, tetapi menjadi perhatian khusus untuk kami lakukan pengawasan lebih lanjut," ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 23 April 2026.

Ia menjelaskan, pada UTBK 2025, praktik kecurangan ditemukan pada 99 persen pilihan program studi kedokteran dan kedokteran gigi. Oleh karena itu, pada UTBK 2026 panitia menerapkan sejumlah strategi.

Penerapan strategi tersebut meliputi pengacakan lokasi ujian serta penjadwalan peserta. Penjadwalan ulang dilakukan dengan pilihan program studi tersebut pada hari pertama dan kedua.

Pada hari pertama pelaksanaan UTBK 2026, panitia langsung menemukan tujuh kasus kecurangan dengan dua modus. Modus pertama menggunakan alat bantu digital, modus kedua adalah penggunaan joki dengan memalsukan data peserta.

"Pemalsuan data tidak hanya terjadi pada biodata peserta. Tetapi juga pada data yang berasal dari sekolah," ucapnya.

Namun demikian, panitia memastikan seluruh kasus tersebut berhasil dideteksi dan ditindaklanjuti melalui proses pengecekan dan pelacakan. Panitia menegaskan akan terus meningkatkan sistem pengawasan untuk menjaga integritas pelaksanaan UTBK.

Sebelumnya, dua orang wanita peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kepergok melakukan kecurangan. Diketahui, wanita tersebut menggunakan alat bantu komunikasi saat ujian berlangsung.

Plt Wakil Rektor 1 Unsulbar, Tasrif Surungan mengatakan keduanya diduga menjadi bagian dari sindikat perjokian. Upaya kecurangan itu terungkap saat hari pertama pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Unsulbar, Selasa, 21 April 2026.

"Keduanya perempuan, dia bermukim di wilayah di luar Sulbar, datang ke Sulbar," ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima RRI. Modus yang digunakan pelaku sangat rapi, perangkat yang digunakan ponsel zaman dulu, namun telah dimodifikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....