Internet Dorong UMKM, Pendidikan, hingga Pariwisata Desa Setanggor Bergerak Maju

  • 22 Apr 2026 22:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah terus mempercepat transformasi digital di wilayah pedesaan dengan mekanisme Kampung Internet.
  • Kampung Internet dirancang untuk memastikan seluruh masyarakat terhubung secara digital.

RRI.CO.ID, Lombok - Pemerintah terus mempercepat transformasi digital di wilayah pedesaan. Percepatan transformasi digital itu dilakukan dengan mekanisme Kampung Internet.

Salah satu desa yang menerima manfaat yaitu Desa Setanggor, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kepala Desa Setanggor, Kamaruddin mengatakan, internet telah mendorong transformasi ekonomi di desanya.

"Selama delapan bulan ini sudah ada perkembangan. Terlihat dari beberapa event bazaar kuliner yang digelar, ramai pengunjung dari luar (desa)," kata Kamaruddin, pada Rabu 22 April 2026.

Menurut Kamaruddin, produk unggulan seperti kerajinan tangan dan kuliner khas kini semakin dikenal hingga ke luar daerah. Bahkan, sistem transaksi juga telah bertransformasi ke arah digital melalui penggunaan QRIS yang memudahkan wisatawan dalam bertransaksi.

Sementara, Guru Matematika SMPN 4 Praya Barat, Nuraid mengatakan, kehadiran internet sangat membantu kegiatan belajar mengajar. Tidak terkecuali pada saat ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA).

"Semua (kegiatan belajar mengajar) jadi lebih mudah. Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik untuk SMK kemarin cukup lancar di sekolah ini," ujar Nuraid.

Adapun Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, menegaskan Program Kampung Internet dirancang untuk memastikan seluruh masyarakat terhubung secara digital. Tidak hanya itu, Alfreno mengatakan, internet juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan menjaga ruang digital yang aman.

"Program Kampung Internet ini bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target RPJMN terkait dengan cakupan fixed broadband. Ditargetkan tahun 2029 itu 90 persen kecamatan di Indonesia terlayani dengan fixed broadband," kata Alfreno.

Pada tahun 2025, Program Kampung Internet telah membangun sebanyak 1.282 titik akses yang tersebar di 22 desa. Begitu pula dengan 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi, termasuk Nusa Tenggara Barat.

Program ini juga sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Program tersebut menargetkan penetrasi broadband rumah tangga mencapai 50 persen. jaringan fiber optik menjangkau 90 persen kecamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....