Pemerintah Perkuat Peran Early Adopter, Industri Kendaraan Listrik Kian Tumbuh
- 22 Apr 2026 16:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perindustrian mendorong percepatan transisi energi menuju energi baru terbarukan melalui penguatan industri kendaraan listrik nasional.
- Langkah ini sekaligus mendukung optimisme pemerintah terhadap perkembangan sektor otomotif ramah lingkungan di dalam negeri.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong percepatan transisi energi menuju energi baru terbarukan melalui penguatan industri kendaraan listrik nasional. Langkah ini sekaligus mendukung optimisme pemerintah terhadap perkembangan sektor otomotif ramah lingkungan di dalam negeri.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi. Namun juga memperkuat sisi permintaan dengan menjadikan pemerintah sebagai pengguna awal kendaraan listrik buatan dalam negeri.
“Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh. Tidak hanya mendorong sisi produksi, kami juga menjadikan pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, industri kendaraan listrik berbasis baterai mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan tersebut tercermin dari tingkat compound annual growth rate (CAGR) yang melampaui 140 persen dalam lima tahun terakhir.
Selain itu, pada 2025, kontribusi pangsa pasar kendaraan listrik mencapai lebih dari 21 persen dari total pasar kendaraan. Angka ini terdiri dari kendaraan listrik murni, hybrid, dan plug-in hybrid.
Dari sisi produksi, kontribusi kendaraan listrik terhadap total produksi nasional juga mengalami peningkatan. Pada 2025, angkanya telah mencapai lebih dari 11 persen.
Pemerintah memperkirakan capaian tersebut akan terus meningkat pada 2026 dengan didorong oleh mulai beroperasinya sejumlah produsen baru. Produsen tersebut memanfaatkan insentif kendaraan listrik, termasuk skema impor completely built up (CBU).
Selain itu, penguatan industri ini juga didukung oleh ekosistem yang semakin terintegrasi. Indonesia telah memiliki rantai pasok baterai kendaraan listrik, mulai dari pengolahan bahan baku hingga daur ulang.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat regulasi untuk memberikan kepastian usaha. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dinilai menjadi kunci percepatan pengembangan industri kendaraan listrik.
Sejumlah perusahaan global dan nasional telah berinvestasi di sektor ini, seperti Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motors Indonesia. Ada pula Industri Baterai Indonesia yang turut memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik di kawasan.
Ke depan, pemerintah juga menyiapkan pembentukan perusahaan untuk memproduksi mobil listrik nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus mendukung target produksi massal kendaraan listrik pada 2028.
Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan sinergi lintas sektor, Indonesia diyakini mampu menjadi pemain utama industri kendaraan listrik global. Upaya ini juga sejalan dengan pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....